BKAD Kulon Progo Optimalkan Penerimaan Pajak Daerah Lewat Pendataan dan Pengawasan Intensif
BKAD Kulon Progo melakukan berbagai upaya guna mengoptimalkan perolehan pajak daerah.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kulon Progo melakukan berbagai upaya guna mengoptimalkan perolehan pajak daerah.
Sebab, pajak menjadi salah satu sumber pendapatan daerah untuk berbagai program pembangunan.
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran dan Penetapan Pajak Daerah, BKAD Kulon Progo, Chris Agung Pambudi, mengatakan optimalisasi perlu dilakukan mengingat potensi penerimaan pajak di Kulon Progo masih minim.
"Potensi penerimaan pajak yang minim terlihat dari kondisi PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) di Kulon Progo," jelas Chris pada Selasa (28/01/2025).
Menurutnya, PDRB Kulon Progo masih didominasi sektor primer seperti pertanian, yang penerimaan pajaknya masih kecil.
Begitu juga dengan sektor jasa seperti dari hotel dan restoran, mengingat jumlahnya belum banyak.
Kondisi tersebut berbeda dengan Sleman dan Bantul, di mana perkembangan sektor jasanya terbilang pesat.
Chris mencontohkan Sleman, yang penerimaan pajak dari sektor jasanya sangat besar karena adanya berbagai pusat perbelanjaan.
"Itu sebabnya kami terus berupaya mengoptimalkan penerimaan pajak daerah dari potensi yang ada," ujarnya.
Baca juga: Kankemenag Kulon Progo Bentuk Pengurus Pelita Madinahku Guna Tingkatkan Moderasi Beragama
Optimalisasi dilakukan dengan cara pendataan terhadap potensi wajib pajak.
Para calon wajib pajak ini juga mendapat edukasi dan dibantu untuk proses pendaftarannya sebagai wajib pajak.
Berikutnya adalah pengawasan guna memastikan nilai pajak yang dibayarkan sudah sesuai dengan omset yang didapat wajib pajak.
Pengawasan bisa dengan alat tapping box atau uji petik untuk memastikan kesesuaiannya.
"Kesadaran dari wajib pajak juga penting, termasuk ketertibannya dalam melaporkan omset usahanya," kata Chris.
Salah satu sumber penerimaan daerah adalah Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
| Pemkab Kulon Progo Tunggu Pemda DIY Soal Penerapan WFH ASN Sembari Lakukan Kajian |
|
|---|
| Kolaborasi Pemerintah dan TNI, 34 Jembatan Garuda Akan Dibangun di Kulon Progo |
|
|---|
| Pemkab Kulon Progo Pilih Langkah Rehab Ketimbang Bangun Sarpras Baru untuk PORDA DIY XVIII 2027 |
|
|---|
| Branjangan Srikayangan Diluncurkan Jadi Maskot PORDA DIY 2027 di Kulon Progo dengan nama Si Bravo |
|
|---|
| Ikuti Instruksi Pemerintah Pusat, Pemkab Kulon Progo Harus Alokasikan PPPK untuk Mendampingi KDMP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Warga-melakukan-pelunasan-PBB-P2-di-Aula-Adikarta-Kulon-Progo.jpg)