Cuaca Ekstrem di DIY, Status Siaga Darurat Hidrometeorologi Diprediksi Berlanjut hingga Mei
Kondisi ini mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengusulkan perpanjangan status Siaga Darurat Hidrometeorologi hingga Maret 2025.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Saat ini, lokasi kerusakan telah disurvei oleh Kementerian PUPR.
Langkah awal yang dilakukan adalah pemasangan garis polisi untuk mencegah warga mendekat.
Ke depan, bendungan tersebut akan segera dibangun kembali untuk menghindari risiko lebih besar.
Di antara lima kabupaten dan satu kota di DIY, hanya Kulon Progo yang menerapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi.
Namun, BPBD DIY masih menunggu keputusan lebih lanjut apakah status tersebut akan diperpanjang atau diturunkan menjadi siaga pada Februari mendatang.
Melihat prakiraan cuaca ekstrem yang terus berlangsung, masyarakat DIY diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Pemerintah DIY juga diharapkan mempercepat langkah-langkah mitigasi agar dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan.
| Cuaca Ekstrem Terjang Sleman: Talud Longsor dan Infrastruktur di 6 Kapanewon Rusak |
|
|---|
| Gelombang Rossby Ekuatorial Pengaruhi Intensitas Hujan di DIY, Ini Penjelasan BMKG |
|
|---|
| Analisis BMKG: Curah Hujan di Sleman Tembus 217 mm, Rekor Ekstrem Pemicu Banjir Gamping |
|
|---|
| Dampak Hujan Lebat di Sleman: Empat Rumah di Nogotirto dan Banyuraden Terendam Banjir |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Sabtu 11 April 2026, Waspada Hujan Disertai Angin di Wilayah Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-hujan.jpg)