Berburu Makanan Tradisional di Pasar Jadoel Lembah Si Cangkring Sleman 

beragam makanan tradisional mulai dari bubur kricak dengan pelengkapnya mulai dari gudeg, pecel, buntil, hingga megono.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribun jogja / Ahmad Syarifudin
Suasana di Pasar Jadoel Lembah Si Cangkring, di dusun Jambeyan, Banyurejo, Tempel, Kabupaten Sleman 

Pasar Jadoel Lembah Si Cangkring di Kabupaten Sleman buka hanya di akhir pekan saja, menawarkan beragam olahan makanan tradisional dengan konsep zaman dulu. Wisatawan yang datang diajak bernostalgia menikmati makanan tradisional berbalut nuansa alam nan asri, di tepian kali Krasak. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kabupaten Sleman bukan hanya dikenal sebagai basisnya perguruan tinggi dan pusat perbelanjaan modern, melainkan juga surganya destinasi wisata dan kuliner dengan ragam olahan makanan tradisional.

Satu di antara destinasi wisata unik Kabupaten sebelah utara Yogyakarta yang layak dikunjungi adalah Pasar Jadoel Lembah Si Cangkring

Pasar yang hanya buka setiap akhir pekan dan libur nasional ini berada di Dusun Jambeyan, Kalurahan Banyurejo, Tempel, Kabupaten Sleman.

Beragam kuliner khas jaman dulu dijual di pasar yang mulai buka jam 07.00 pagi ini.

Suasana pasar di tepian sungai krasak dihadirkan sedemikian rupa, sehingga pengunjung yang datang seakan diajak untuk kembali ke masa lalu. 

Pengunjung menikmati hidangan makanan tradisional sambil melihat aliran sungai krasak di pasar Jadoel Lembah Si Cangkring
Pengunjung menikmati hidangan makanan tradisional sambil melihat aliran sungai krasak di pasar Jadoel Lembah Si Cangkring (Tribun jogja / Ahmad Syarifudin)

Rindangnya pepohonan, semilir angin dengan deretan penjual makanan di atas lincak yang menjual ragam makanan tradisional, menambah kesan tempo dulu dari pasar jadul ini.

Inisiator Pasar Jadoel Lembah Si Cangkring, Adriyantopo bercerita, pasar yang mulai dibuka 1 Januari 2021 lalu ini berawal dari ramainya jalan kampung pascapandemi. Banyak orang dari luar daerah yang datang bersepeda. 

"Kami mencoba mengambil peluang tersebut. Karena waktu itu lagi boomingnya gowes maka kami pikir, orang gowes butuh tempat makan dan dipagi hari cocok sarapan dengan makanan tradisional," katanya, Sabtu (25/1/2025). 

Pasar Jadoel Lembah Si Cangkring menempati lahan di tepian sungai krasak, yang berbatasan langsung Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Jawa Tengah.

Tempat tersebut, merupakan lahan pekarangan yang semula ditumbuhi banyak tanaman liar. Adriyantopo bersama masyarakat lalu membersihkan lahan tersebut dan mengajak serta anak-anak muda untuk berjualan. 

Pasar Jadoel yang buka setiap akhir pekan itu kini ramai dikunjungi. Bukan hanya warga setempat, melainkan jadi tempat jujugan para goweser maupun pengunjung dari luar daerah.

Mereka menikmati beragam makanan tradisional mulai dari bubur kricak dengan pelengkapnya mulai dari gudeg, pecel, buntil, hingga megono. Kemudian ada juga jadah tempe, lopis, gatot, tiwul hingga soto dan nasi wiwit dengan suwiran ayam.

Di lapak minuman juga tersedia aneka minuman tradisional yang mengandung rempah-rempah seperti bajigur, wedang uwuh, jahe gula jawa sereh hingga kopi tubruk dan sekoteng. 

Semua menu makanan dijual dengan harga terjangkau. Misalnya soto dijual dengan harga Rp 7 ribu. Harga tersebut sudah mengalami kenaikan. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved