Plengkung Gading Terancam Rusak, Dishub DIY Siapkan Dua Skenario Pengurangan Lalu Lintas

Volume kendaraan yang melintas, termasuk perilaku pengendara yang berhenti di bawah plengkung, meningkatkan risiko friksi dengan struktur bangunan

TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
Suasana di sekitar Plengkung Gading pada Rabu (22/1/2025) sore. 

Insiden serupa terjadi pada 2017 dan 2021, mengindikasikan perlunya pengawasan lebih ketat.

Pengakuan UNESCO dan Implikasi Pengelolaan

Sejak 2023, Sumbu Filosofi Yogyakarta, yang mencakup Kraton, telah diakui sebagai situs warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Pengakuan ini menuntut upaya pemerintah untuk menjaga Outstanding Universal Value (OUV) kawasan tersebut, termasuk pengelolaan transportasi dan tata ruang yang berkelanjutan.

Permasalahan lalu lintas yang signifikan di kawasan ini diperparah oleh tingginya pertumbuhan kendaraan bermotor di Yogyakarta.

"Berdasarkan data Korlantas Polri (2024), jumlah kendaraan bermotor di DIY mencapai lebih dari 3 juta unit, dengan kepadatan tertinggi berada di Kota Yogyakarta, yaitu 18.081 kendaraan per kilometer persegi. Rasio kendaraan per jumlah penduduk di kota ini bahkan mencapai 1,58, menandakan jumlah kendaraan 1,6 kali lipat lebih besar dibandingkan jumlah penduduknya," jelas Rizki.

Pemerintah DIY berkomitmen untuk menjaga kelestarian kawasan, baik dari segi budaya maupun lingkungan.

Penurunan kualitas udara akibat emisi kendaraan bermotor menjadi perhatian serius. Data tahun 2023 menunjukkan bahwa PM2.5 merupakan parameter polusi yang paling tinggi, memengaruhi kesehatan masyarakat dan vegetasi.

Dalam upaya mempertahankan OUV kawasan, Dishub DIY menargetkan pengelolaan sistem transportasi yang selaras dengan keberlanjutan.

Rekayasa lalu lintas di Plengkung Gading/Nirbaya menjadi salah satu langkah awal dalam menjaga kelestarian warisan budaya sekaligus mendukung ekonomi masyarakat di kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved