Plengkung Gading Terancam Rusak, Dishub DIY Siapkan Dua Skenario Pengurangan Lalu Lintas

Volume kendaraan yang melintas, termasuk perilaku pengendara yang berhenti di bawah plengkung, meningkatkan risiko friksi dengan struktur bangunan

TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
Suasana di sekitar Plengkung Gading pada Rabu (22/1/2025) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DIY merencanakan langkah penanganan komprehensif untuk mengatasi tekanan lalu lintas di kawasan Plengkung Gading/Nirbaya.

Kawasan yang merupakan salah satu bagian dari Njeron Beteng ini menghadapi berbagai tekanan, termasuk potensi kerusakan pada konstruksi fisik plengkung.

Hal ini memerlukan langkah strategis untuk menjaga kelestarian kawasan sebagai bagian dari warisan budaya.

Tekanan Lalu Lintas dan Potensi Kerusakan Plengkung Gading/Nirbaya, salah satu dari lima plengkung di kawasan Kraton Yogyakarta, mengalami tekanan lalu lintas yang tinggi.

Titik ini menjadi simpul lalu lintas utama karena terhubung dengan Simpang 4 Gading.

Volume kendaraan yang melintas, termasuk perilaku pengendara yang berhenti di bawah plengkung, meningkatkan risiko friksi dengan struktur bangunan.

Berdasarkan data rehabilitasi fisik yang dilakukan Dinas Kebudayaan DIY pada 2018, ditemukan adanya deformasi berupa retakan pada plengkung akibat tekanan ini.

"Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Plengkung Gading/Nirbaya, Dishub DIY merancang dua skenario uji coba rekayasa lalu lintas. Skenario pertama adalah penerapan Sistem Satu Arah (SSA), yang akan mengatur arus lalu lintas menjadi satu arah dari utara ke selatan," terang Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan DIY , Rizki Budi Utomo, S.T., M.T.

"Skenario kedua melibatkan penutupan total akses Plengkung Gading untuk sementara waktu. Kedua langkah ini dirancang sebagai bagian dari upaya komprehensif untuk mengurangi tekanan lalu lintas di kawasan tersebut," imbuhnya.

Baca juga: Sistem Satu Arah hingga Penutupan Total, Ini Skema Uji Coba Lalu Lintas Plengkung Gading

Tahapan yang direncanakan meliputi survei dan analisis lalu lintas, rapat koordinasi dengan pemangku kepentingan, sosialisasi kepada masyarakat, pelaksanaan uji coba, serta evaluasi terhadap efektivitas langkah yang diambil.

Sebagai bagian dari Njeron Beteng, Plengkung Gading merupakan salah satu warisan budaya yang mencerminkan identitas Yogyakarta.

Kawasan Njeron Beteng, yang dikelilingi benteng dengan panjang total sekitar 5 kilometer, memiliki nilai historis dan arsitektur penting.

Tembok keliling ini terdiri dari dua lapis dengan tebal rata-rata 5 meter dan struktur pelindung seperti bastion serta jagang.

Namun, tekanan tidak hanya berasal dari lalu lintas.

Aktivitas masyarakat, seperti insiden pelanggaran etika—termasuk memanjat plengkung oleh pengunjung—turut memperburuk kondisi fisik plengkung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved