Pemuda Buddhis Beri Ucapan Pertama di Acara Tanam Pohon, Sri Sultan HB X : Surprise Bagi Saya
Di sela kegiatan tersebut, ada hal yang membuat Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X merasa terkejut.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kegiatan tanam pohon yang dilakukan Keraton Yogyakarta bersama organisasi pemuda lintas iman di Nawang Jagad, Kaliurang, Kabupaten Sleman pada Senin (20/1/2025) pagi menjadi momen istimewa.
Pasalnya, di sela kegiatan tersebut, ada hal yang membuat Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X merasa terkejut.
Raja Keraton Yogyakarta ini merasa terkejut, sebab yang membuka rangkaian acara penanaman pohon pagi itu, disampaikan oleh perwakilan Generasi Muda Buddhis.
"Ternyata tadi yang menyampaikan ucapan pertama kali dari generasi muda Buddhis. Bukan yang mayoritas tapi minoritas. Bagi saya ini luar biasa," ujar Sri Sultan HB X, mengawali sambutan di acara yang dihadiri anak dan cucunya, serta para pemuda lintas iman, Senin (20/1/2025).
Ngarso Dalem mengaku tidak ada masalah dengan hal itu. Sebab, Ia mengaku selalu memiliki pendapat sendiri terkait kebhinekaan.
Sri Sultan kemudian bercerita, bahwa dirinya sudah empat kali diundang berbicara di Lemhanas.
Undangan terakhir di bulan September atau Oktober 2024.
Sri Sultan HB X mengatakan dalam kesempatan itu berbicara tentang kebhinekaan.
Menurut dia, tidak seharusnya menekankan yang berbeda-beda menjadi satu.
Tetapi yang satupun harus mengakui kebhinekaan atau yang berbeda-beda itu.
Sehingga sesuai konstitusi, di Republik ini tidak ada mayoritas dan minoritas.
"Sekecil apapun, semua dihargai dan dilindungi oleh konstitusi. Jadi tidak ada dominasi. Kalau ada dominasi ya apa-apa nanti hanya Islam sama orang Jawa saja," ujarnya.
Baca juga: Sultan HB X Bersama Sang Putri, Cucu dan Pemuda Lintas Agama ke Gunung Merapi, Ada Apa?
Sri Sultan lalu mencontohkan, misalnya ada kegiatan di Papua, maka alat pembuka kegiatan jangan menggunakan gong. Karena gong identik dengan Jawa.
Seharusnya pembuka kegiatan menggunakan Tifa, alat musik khas Indonesia timur.
"Jadi Saya terima kasih untuk pertama kali (ucapan pertama dari Buddhis). Ini surprise bagi saya," kata Ngarso Dalem.
| Rindu Suporter, PSS Sleman Bidik Tiga Poin Penentu saat Tribun Selatan-Utara Kembali Dibuka |
|
|---|
| Evaluasi Kinerja, Bupati Sleman Kembali Bongkar-Pasang Pejabat |
|
|---|
| Sleman Uji Coba WFH per 1 Mei: Kuota 25 Persen tapi Opsional, ASN Boleh Tak Ambil |
|
|---|
| Tak Setuju Pilur di Sleman Kembali Coblosan, Dewan Dorong Inovasi E-Voting via Gadget |
|
|---|
| Peringati Hari Kartini, DPC PDIP Sleman Napak Tilas Perjuangan Tokoh Perempuan di Makam Putri Champa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sri-Sultan-HB-X-merasa-surprise.jpg)