Harga Cabai di Sejumlah Pasar Tradisional Sleman Berangsur Turun 

Harga per hari ini, Senin (20/1/2025) di sejumlah pasar tradisional Sleman mengalami penurunan signifikan.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
Harga cabai di DIY fluktuatif tapi masih tinggi, cuaca dan libur panjang jadi faktor utama. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Harga komoditas cabai yang sempat melambung tinggi di Kabupaten Sleman, kini mulai berangsur turun.

Harga per hari ini, Senin (20/1/2025) di sejumlah pasar tradisional Sleman mengalami penurunan signifikan.

Harga rata-ratanya saat ini di kisaran Rp69.143 per kilogram untuk cabai rawit merah.

Harga ini mengalami penurunan Rp15.857 ribu dibanding harga sebelumnya. 

"Sudah turun harga (cabai). Pantauan di sistem harga pangan Sleman, rata-rata (harga) rawit merah Rp69.143 per kilo," terang Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Sleman, Kurnia Astuti, Senin (20/1/2025). 

Kendati mulai menurun, namun harga eceran tertinggi rawit merah di pasar Cebongan Kabupaten Sleman masih di angka Rp95 ribu per kilogram.

Adapun harga terendahnya ada di pasar Prambanan Rp60 ribu per kilogram.

Kondisi hampir serupa juga terjadi untuk harga cabai merah besar dan cabai keriting.

Yang mana untuk keriting mengalami penurunan harga Rp6.000 per kilogram.

Saat ini harga rata-rata cabai merah keriting di angka Rp62.429 per kilogram, sedangkan cabai merah besar Rp61.000 per kilogram. 

Baca juga: Inilah Jurus Pemkab Sleman Stabilkan Harga Cabai yang Melambung Tinggi

Upaya menjaga stabilisasi harga dan menambah ketersediaan cabai dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Satu di antaranya, melalui pemberian bantuan bibit, benih maupun polibag untuk gerakan penanaman cabai di pekarangan.

Aksi ini digalakkan 30 Oktober 2024 lalu, dan proses pemanenan diperkirakan terjadi pada awal Februari mendatang. 

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Immawan Nur Syaifuddin Ahmad, sebelumnya mengungkapkan keadaan tidak stabilnya harga komoditas cabai dipengaruhi oleh faktor cuaca.

Yang mana, cuaca ekstrem dan intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan tanaman mati atau mengalami fusarium, yang merupakan penyakit layu pada tanaman. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved