“Langkah yang dapat dilakukan adalah menentukan treatment sesuai dengan kondisi hewan yang ada,” paparnya.
Setelah dilakukan diagnosa yang tepat, penanganan dilakukan dengan pemberian vitamin, protein, obat cacing, atau perbaikan hormonal.
“Penanganan jangka menengah dan panjang dilakukan dengan vaksinasi, pengobatan, dan penyuluhan ke masyarakat,” pungkasnya.
Dalam seminar yang diselenggarakan oleh FKH UGM ini, menghadirkan pembicara lainnya yakni Dr. drh. Muhammad Munawaroh, MM, selaku Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI); praktisi dan pengusaha drh. Nanang Purus Subendro dari PT Indo Prima Beef; dan dokter hewan drh. Bima Ade Rusandi dari Kabupaten Kediri; dan drh. Retno Widyastuti selaku Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul, DIY. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.