Gencatan Senjata Israel-Hamas Dimulai Minggu 19 Januari 2025

Israel dan Hamas akhirnya sepakat untuk melaksanakan gencatan senjata mulai Minggu (19/1/2025) mendatang.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tangkapan Layar Video Berita The Guardian
Kondisi Kamp Jabalia di Jalur Gaza, Kini Jadi Kota Mati, Hanya Dihuni Anjing Liar 

TRIBUNJOGJA.COM - Setelah terlibat konflik selama 460 hari, Israel dan Hamas akhirnya sepakat untuk melaksanakan gencatan senjata mulai Minggu (19/1/2025) mendatang.

Dalam kesepakatan ini, kedua belah pihak akan menghentikan serangan untuk sementara waktu.

Lalu akan dilanjutkan dengan pembebasan tawanan terdiri dari wanita, anak-anak, orang dewasa yang lebih tua, dan warga sipil yang terluka.

Kabar terealisasinya gencatan senjata antara Israel dan Hamas ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani.

Dikutip dari Kompas.com yang melansir pemberitaan Associated Press, Rabu (15/1/2025), gencatan senjata ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap.

Tahap pertama, gencatan senjata akan berlangsung selama 6 minggu yang dimulai pada Minggu (19/1/2025) mendatang.

Di tahap pertama ini, kedua belah pihak akan melakukan negosiasi untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung selama ini.

Kemudian juga akan dilakukan pertukaran tahahan dengan jumlah yang terbatas, termasuk penarikan pasukan Israel di Gaza, dan penggelontoran bantuan ke daerah tersebut. 

Sebanyak 33 tawanan Israel, termasuk wanita, anak-anak, dan warga sipil berusia di atas 50 tahun yang ditangkap selama serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023 akan dibebaskan.

Di kubu Israel, nantinya akan membebaskan tahanan Palestina, termasuk tahanan yang menjalani hukuman seumur hidup.

Bersamaan dengan pertukaran tawanan, Israel akan menarik pasukannya dari pusat-pusat populasi Gaza ke wilayah-wilayah yang jaraknya tidak lebih dari 700 meter antara perbatasan Gaza dan Israel.

Namun, hal tersebut kemungkinan tidak termasuk Koridor Netzarim, kawasan militer yang membelah Gaza utara dan selatan, yang dikendalikan oleh Israel.

Baca juga: Iran Pamerkan Kota Rudal, Pangkalan Rudal Bawah Tanah yang Bisa Meletus Jika Israel Tiba

Penarikan pasukan Israel dari Koridor Netzarim diharapkan akan dilakukan secara bertahap.

Selama gencatan senjata Gaza tahap pertama, Israel akan mengizinkan warga sipil untuk kembali ke rumah mereka di wilayah Gaza utara yang terkepung.

Di tempat tersebut, kelaparan mungkin telah terjadi. Untuk itu, lonjakan bantuan diizinkan masuk hingga 600 truk per hari.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved