5 ALASAN Warga Koroulon Kidul Tuntut Dukuh Tri Mulyanto Dicopot

Ratusan warga Padukuhan Koroulon Kidul, Kalurahan Bimomartani, Ngemplak, Sleman, mendesak Kepala Dukuh Tri Mulyanto.

Tayang:
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Sejumlah warga Koroulon Kidul, Bimomartani, Ngemplak Sleman unjuk rasa di balai Kalurahan Bimomartani, Senin (6/1/2025) 

TRIBUNJOGJA.COM - Ratusan warga Padukuhan Koroulon Kidul, Kalurahan Bimomartani, Ngemplak, Sleman, mendesak Kepala Dukuh Tri Mulyanto untuk mundur dari jabatannya dalam unjuk rasa yang berlangsung pada Senin (6/1/2025). 

Tuntutan ini didasarkan pada beberapa alasan utama yang membuat warga kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinannya.

Berikut lima alasan yang menjadi dasar tuntutan warga:

1. Kinerja Kurang Memuaskan

Menurut Purwanto warga Koroulon Kidul, menilai Tri Mulyanto tidak menjalankan tugasnya dengan baik. 

Ia menjelaskan salah satu alasan utama tuntutan ini adalah tidak adanya transparansi dan partisipasi aktif dari Dukuh dalam program pedukuhan. 

"Sebagai Dukuh, yang bersangkutan tidak pernah menggelar rapat kring yang membahas program pedukuhan," ungkapnya.

Hal ini memicu kekecewaan karena komunikasi dan transparansi terhadap warga dinilai minim.

Baca juga: Rumah Hasto Kristiyanto Digeledah, Penyidik KPK Bawa Satu Koper Dokumen, Isinya Apa?

2. Dugaan Kasus Asusila

Tri Mulyanto diduga terlibat dalam kasus asusila yang mencoreng nama baik Padukuhan Koroulon Kidul

Selain itu, dugaan kasus asusila turut menjadi sorotan warga. 

Purwanto mengungkapkan bahwa perselingkuhan Tri Mulyanto sudah terjadi selama delapan bulan dan bahkan sempat berujung penggerebekan di rumah seorang janda.

"Perselingkuhan sudah terjadi lama, kurang lebih 8 bulan, meski sudah ada teguran warga setempat," terangnya.

 Bahkan, kasus ini berujung pada penggerebekan di rumah seorang janda.

3. Tidak Hadir dalam Audiensi

Saat warga menggelar aksi damai dan audiensi dengan pihak Kalurahan, Tri Mulyanto tidak hadir meskipun sudah dihubungi oleh Lurah Bimomartani, Tutik Wahyuningsih. 

Ketidakhadiran ini semakin mempertegas kekecewaan warga terhadap yang bersangkutan.

4. Kehilangan Kepercayaan Warga

Warga merasa bahwa keberadaan Tri Mulyanto sebagai Dukuh sudah tidak dapat diterima lagi karena dinilai tidak mampu memenuhi harapan mereka, baik secara personal maupun profesional.

5. Mediasi: Legowo Mundur tapi Bantah Tuduhan

Dalam mediasi yang digelar Senin malam, Tri Mulyanto bersedia mengundurkan diri, namun ia membantah semua tuduhan yang dilayangkan kepadanya. 

"Pak Tri (Mulyanto) menolak tuduhan yang sudah disampaikan masyarakat. Minta dibersihkan namanya dulu nanti ada kesepakatan. Monggo, info selanjutnya Rabu nggih. Kesepakatan Pak Tri legowo mundur," kata Lurah Bimomartani, Tutik Wahyuningsih, Selasa (7/1/2025). 

6. Lurah Bimomartani: Layanan Warga Tetap Berjalan

Lurah Bimomartani, Tutik Wahyuningsih, memastikan layanan pemerintah terhadap warga tetap berjalan meskipun situasi di Koroulon Kidul memanas. 

Kasus ini menunjukkan kompleksitas hubungan antara pemimpin desa dan warganya. 

Meski Tri Mulyanto menyatakan siap mundur, penyelesaian menyeluruh masih memerlukan waktu dan proses yang sesuai dengan regulasi.

"Jadi ini kami handle. Seandainya warga sudah tidak membutuhkan Pak Dukuh lagi, kalau ada apa-apa nanti dari Pemerintah Kalurahan yang akan menyampaikan, mungkin informasi atau dari masyarakat yang akan mencari syarat-syarat kepentingan masyarakat, itu langsung kami minta ke Kalurahan. Jadi insyaallah tidak (mengganggu pemerintahan)," kata Tutik di Bimomartani, Senin (6/1/2025). 

( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari / Ahmad Syarifudin )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved