Melihat Upacara Tradisi Pagelaran Ringgit Wacucal Ruwatan Sukerta Kembang Sepasang di Bantul

Ruwatan Sukerta adalah suatu upacara ritual yang dipercaya untuk membuang sial/menolak bala orang orang sukerta

|
TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Istimewa Rukmana
Ketua Sekber Keistimewaan DIY, Widihasto Wasana Putra bersama anak dan istri berfoto bersama Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, dalam Upacara Tradisi Pagelaran Ringgit Wacucal Ruwatan Sukerta Kembang Sepasang di Pendapa Ndalem Widihastan Tegalsari, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY, Kamis (26/12/2024). 

Bahkan, di dalam acara tersebut juga terdapat beragam sajian makanan dan minuman tradisional dan modern yang bisa diambil atau dikonsumsi untuk masyarakat.

Kemudian, terdapat pula prasmanan buku yang berjumlah ratusan buku untuk anak-anak maupun orang tua. 

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dalam tradisi Ruwatan Sukerta tidak ada batasan usia.

Namun, ia sengaja menggelar pada saat ini dikarenakan ingin dibarengi dengan momen Natal dan momen ulang tahun ke-50 Widihasto sendiri.

"Ruwatan ini hanya dilakukan sekali saja. Dan saya sebagai orang tua ingin memberikan doa yang terbaik untuk anak-anak. Mudah-mudahan study dan impian mereka dapat tercapai," pintanya.

Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih yang datang dalam kesempatan tersebut berharap kepada seluruh abdi dalem Keraton Yogyakarta agar dapat terus menjaga dan melestarikan kebudayaan di Yogyakarta.

"Kegiatan Ruwatan Sukerta ini sangat penting bagi kita. Ini merupakan salah satu bentuk melestarikan budaya Yogyakarta," tutup dia.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved