Aktivitas Gunung Merapi, Selasa 17 Desember 2024 : BPPTKG Catat Ada Dua Kali Guguran Lava

Guguran lava tersebut mengarah ke barat daya ke arah Kali Bebeng dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1700 meter.

Tribun Jogja/Hamim Thohari
Gunung Merapi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi terpantau mengeluarkan dua kali guguran lava pada periode pengamatan BPPTKG Yogyakarta periode Selasa (17/12/2024).

Guguran lava tersebut mengarah ke barat daya ke arah Kali Bebeng dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1700 meter.

Tercatat pula terdapat sejumlah kegempaan pada periode pengamatan yang sama. Terjadi guguran sebanyak 40 kali, dengan amplitudo : 3-23 mm, dan durasi : 53.72-200.32 detik. 

Hybrid/Fase Banyak terjadi 10 kali, dengan amplitudo : 3-18 mm, S-P : 0.2-0.6 detik, dan durasi : 6.61-10.49 detik. Vulkanik dangkal terjadi 14 kali dengan amplitudo : 13-21 mm, Durasi : 7.69-13.11 detik. 

Berdasarkan pengamatan meteorologi, cuaca mendung. Angin bertiup tenang ke arah timur.

Suhu udara 18.2-20 °C, kelembaban udara 74-99 persen, dan tekanan udara 871.8-918.6 mmHg.

Sementara berdasarkan pengamatan visual gunung kabut 0-I hingga kabut 0-II. Asap kawah nihil.

Hingga saat ini, Gunung Merapi masih berstatus siaga atau level III.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Untuk itu, masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Selain itu juga mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Masyarakat juga diminta untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

BPPTKG akan terus mengamati aktivitas Merapi, jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved