Polda DIY Prediksi Lonjakan Kendaraan Capai 6 Persen Saat Libur Nataru, Teknologi Canggih Diterapkan

Polda DIY memperkirakan jumlah kendaraan yang memasuki Yogyakarta selama liburan Natal dan Tahun Baru 2025 akan meningkat hingga 6 persen

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Bramasto Adhy
Ilustrasi : Kendaraan bermotor memenuhi ruas Jalan KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polda DIY memprediksi akan terjadi lonjakan arus kendaraan, terutama kendaraan roda empat, seiring dengan pembukaan ruas tol baru dari Ngawen hingga Prambanan.

Polda DIY memperkirakan jumlah kendaraan yang memasuki Yogyakarta selama liburan Natal dan Tahun Baru 2025 akan meningkat hingga 6 persen dibandingkan tahun lalu.

“Tahun lalu tercatat sekitar 8,9 juta kendaraan yang masuk ke Yogyakarta, dan tahun ini diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 9,4 juta kendaraan,” jelas Wakapolda DIY, Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar.

Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan memastikan keamanan, Polda DIY akan melaksanakan Operasi Lilin Progo 2024 yang berlangsung selama 12 hari.

Operasi ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta selama liburan Natal dan Tahun Baru 2025.

Polda DIY juga mengimplementasikan teknologi canggih berupa kamera pengenal wajah (face recognition).

Teknologi ini telah dipasang di tujuh titik strategis di Yogyakarta untuk memantau pergerakan warga dan wisatawan, serta meningkatkan respons kepolisian dalam menghadapi potensi ancaman.

“Kami telah memasang tujuh kamera face recognition di lokasi-lokasi strategis. Meskipun saya tidak bisa menyebutkan lokasi pastinya, sistem ini akan memantau wajah setiap orang yang melintas. Jika terdeteksi ada orang yang teridentifikasi sebagai buronan atau teroris, kami akan segera menerima notifikasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” ujar Adi Vivid.

Baca juga: Dinas Pariwisata DIY Proyeksikan 3,3 Juta Wisatawan Selama Libur Nataru 2024

Selain mampu mengidentifikasi wajah, teknologi ini juga dapat menghitung jumlah orang yang berada di suatu lokasi secara real-time, serta membedakan jumlah pria dan wanita.

“Dengan teknologi ini, kami bisa menghitung jumlah orang di suatu kawasan, termasuk membedakan jumlah pria dan wanita, yang sangat berguna untuk menganalisis kerumunan dan memantau kepadatan di berbagai titik wisata,” tambahnya.

Dalam menghadapi potensi kemacetan yang sering terjadi selama libur panjang, teknologi face recognition juga berperan penting dalam pengelolaan lalu lintas.

Jika terdeteksi adanya penumpukan kendaraan atau kerumunan, pihak kepolisian dapat segera menerapkan kebijakan rekayasa lalu lintas yang efektif, seperti sistem buka-tutup jalan atau penerapan one way.

“Kami sudah menyiapkan strategi untuk mengatasi kemacetan, dan akan melakukan patroli serta rekayasa lalu lintas. Kami berharap masyarakat dapat bersabar karena pasti akan ada kemacetan,” kata Wakapolda DIY.

Sebagai bagian dari upaya pengamanan, Polda DIY juga telah menyiapkan 20 pos pengamanan yang tersebar di seluruh wilayah DIY, termasuk pos pelayanan dan pos terpadu.

Pos-pos ini akan memberikan pengamanan dan kemudahan bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta selama liburan.

“Kami memprediksi kawasan kuliner dan titik Nol Malioboro akan menjadi pusat kemacetan, jadi kami mengimbau masyarakat untuk bersabar dan kami akan memberikan arahan khusus kepada wisatawan,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved