Mary Jane Veloso Pulang ke Filipina
Mary Jane Hasilkan 500 Lebih Karya Batik dan Lukisan selama Jalani Hukuman
Sekitar 15 tahun lamanya, Mary Jane menjalani masa hukuman atas kasus penyelundupan narkoba yang dilakukannya.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sekitar 15 tahun lamanya, Mary Jane menjalani masa hukuman atas kasus penyelundupan narkoba yang dilakukannya.
Terakhir, Mary Jane menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIB Yogyakarta, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.
Setelah 15 tahun mendekam di balik jeruji besi, terpidana mati kasus narkoba asal Filipina ini akhirnya resmi dipulangkan ke negaranya oleh pemerintah Indonesia, pada Minggu (15/12/2024), sekitar pukul 22.50 WIB.
Mary Jane dijatuhi vonis mati oleh Pengadilan Negeri Sleman pada Oktober 2010. Dia dibekuk aparat karena membawa heroin seberat 2,6 kilogram dari penerbangan asal Kuala Lumpur, Malaysia.
Hukuman berat tak lantas membuat Mary Jane tenggelam dalam ketakutan dan kesedihan.
Sebaliknya, Mary Jane dikenal sebagai sosok yang ramah dan pekerja keras.
Kepala Lapas Kelas IIB Yogyakarta Evy Loliancy menceritakan keseharian Mary Jane saat menjalani masa hukumannya di dalam Lapas.
Dia menyebutkan untuk melupakan beratnya hukuman yang didapatkannya, Mary Jane memilih untuk menyibukkan diri dengan belajar membatik dan melukis.
Tak tanggung, sekitar 500 karya batik dan lukisan berhasil dibuatnya di balik jeruji besi yang mengukungnya selama ini.
"Kalau dihitung-hitung itu ada sekitar 500-an karya yang berhasil dibuat Mary Jane selama di sini. Jenisnya banyak terutama batik motif, dia (Mary Jane) suka motif bunga-bunga. Dia juga belajar batik jumputan serta melukis dengan berbagai tema,"tutur saat ditemui di Lapas Kelas II B Yogyakarta, pada Senin (16/12/2024).
Baca juga: Mary Jane Veloso Tinggalkan Lapas Yogyakarta: Senyuman, Harapan, dan Lukisan Penuh Makna
Sejumlah karya Mary Jane pun dipajang di bagian lobi Lapas Wonosari tersebut.
Ada lukisan besar berwarna terang yang menggambar keadaan ekosistem di lautan.
Kemudian, beberapa karyanya yang lain ada batik tulis hingga jumputan yang dibingkai dengan berbagai ukuran.
"Mary Jane memang sangat ahli dalam bidang kesenian, karya-karyanya pun sangat bagus. Dan, (karya-nya) paling banyak dipajang di area Lapas. Biasanya dia akan membubuhkan inisial namanya di lukisan maupun batik yang dibuatnya dengan kode MFV (Mary Jane Fiesta Veloso),"ungkapnya.
Dia menyebut hasil karya Mary Jane pun banyak yang diperjualbelikan, pembeli utamanya itu dari kalangan pemerintah seperti Kedutaan Besar Filipina hingga kementerian Indonesia.
| Tangis Haru Bercampur Bahagia Selimuti Kepulangan Mary Jane ke Negara Asalnya Filipina |
|
|---|
| Tinggalkan Lapas Wonosari Yogyakarta, Mary Jane Turut Membawa Gitar dan Al-Kitab Berbahasa Tagalog |
|
|---|
| Mary Jane Ingin Membuka Usaha Batik di Kampung Halamannya Filipina |
|
|---|
| Mary Jane Veloso Tinggalkan Lapas Yogyakarta: Senyuman, Harapan, dan Lukisan Penuh Makna |
|
|---|
| Ini Oleh-oleh Spesial yang Dibawa Mary Jane dari Lapas Perempuan Kelas II B Yogyakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mary-Jane-Hasilkan-500-Lebih-Karya-Batik-dan-Lukisan-selama-Jalani-Hukuman-1.jpg)