Istana Soal Pengganti Miftah Maulana: Serahkan sama Presiden

Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyebut posisi yang ditinggalkan Miftah sebenarnya boleh diisi atau tidak.

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM
Istana melalui Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi merespon soal mundurnya Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi mengatakan, keputusan siapa penjabat Utusan Khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan adalah hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

Diketahui, Miftah Maulana Habiburrahman telah mengumumkan mundur dari jabatan utusan khusus tersebut setelah videonya mengolok-olok penjual es teh di sebuah pengajian di Magelang viral.

Ia menyatakan pengunduran dirinya pada Jumat (6/12/2024) lalu.

"Itu kita serahkan sama presiden ya, itu hak prerogatifnya presiden. Nanti teman-teman tahu kalau presiden sudah ambil keputusan, ambil kebijakan," kata Hasan ditemui di Fisipol UGM, Rabu (11/12/2024).

Sebelumnya, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyebut posisi yang ditinggalkan Miftah sebenarnya boleh diisi atau tidak.

Dasco menjelaskan bahwa Utusan Khusus Presiden berbeda dengan nomenklatur di Kabinet Merah Putih.

“Sebenarnya kan kalau utusan khusus presiden itukan tidak seperti nomenklatur di kabinet yang kalau dia berhenti posisinya kemudian masuk di nomenklatur itu,” ujarnya, mengutip Kompas.com, Jumat (6/12/2024).

Baca juga: Santri Jalanan Gelar Aksi Dukungan, Sebut Gus Miftah Tetap Layak jadi Utusan Presiden

Menurut Dasco, posisi Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan dibuat karena ketika itu Miftah Maulana Habiburrahman dinilai memiliki perhatian terhadap toleransi umat beragama.

“Nomenklatur itu kan dibuat karena memang Gus Miftah itu dia mempunyai perhatian yang besar terhadap toleransi umat beragama dan juga banyak keliling daerah dalam rangka kemudian dia juga banyak melapor soal sarana prasarana keagamaan yang kurang memadai banyak di daerah-daerah,” kata Dasco lagi.

Disinggung mengenai sistem utusan khusus, Hasan menjawab dirinya tidak memiliki informasi soal pengisian jabatan dan segala macam.

Pada kesempatan itu, Hasan juga tak mengungkap keputusan Prabowo menerima atau menolak pengunduran diri Miftah.

"Beliau (Miftah) kan sudah memberikan pernyataan (pengunduran diri), pernyataan itu kan sudah cukup sebenarnya," ujar Hasan menjawab pertanyaan perihal surat resmi pengunduran diri Miftah ke Prabowo.

"Kita hargai lah (keputusan pengunduran diri Miftah), pernyataannya Pak Prabowo sudah ada. Saya tidak perlu menyampaikan pernyataannya Pak Prabowo," katanya. (Ard)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved