Dinkes Bantul Catat 57 Kasus DBD Terjadi pada November 2024, Empat di antaranya Meninggal Dunia

Sebagai langkah tindak lanjut, kini Dinkes Bantul berupaya melakukan optimalisasi kegiatan mulai dari upaya promotif, preventif, hingga kuratif.

Shutterstock
Ilustrasi DBD 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mencatat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada November 2024 meningkat.

Bahkan, beberapa orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia dikarenakan kasus tersebut.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul, Feranose Panjuantiningrum, berujar pada November 2024 Kasus DBD di Bumi Projotamansari mencapai 57 kasus. Empat di antaranya meninggal dunia.

"Sedangkan pada Oktober 2024, kasus DBD di Bantul ada 29 dan tidak ada yang dinyatakan meninggal dunia," ucapnya kepada Tribunjogja.com, Rabu (11/12/2024).

Hingga kini, pihaknya belum mengetahui penyebab kasus DBD tersebut meningkat.

Namun, pihaknya tidak menampilkan bahwa salah satu penyebab penyakit DBD meningkat, bisa dipengaruhi oleh faktor perubahan iklim.

"Dan rata-rata di kabupaten-kota lain, untuk kasus DBD tahun ini juga meningkat," jelasnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, kini Dinkes Bantul berupaya melakukan optimalisasi kegiatan mulai dari upaya promotif, preventif, hingga kuratif.

Baca juga: DKUKMPP Bantul Pastikan Kondisi Bahan Pokok Mencukupi Permintaan Masyarakat Saat Nataru

Sementara itu, Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widiyantara, menyebut, untuk menekankan penyebaran kasus DBD, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap membersihkan kondisi lingkungan termasuk lingkungan tempat tinggal.

"Memang, pada saat ini kan sedang berlangsung cuaca hujan, jadi kami berpesan kepada teman-teman atau masyarakat untuk tetap membersihkan lokasi dan meminimalisasi genangan air," tuturnya.

Tidak hanya itu saja, masyarakat juga diimbau untuk menutup tempat-tempat penampungan air dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk.

"Selain itu, pencegahan DBD juga bisa dilakukan dengan perilaku hidup bersih dan sehat," tutup Agus.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved