Jerih Payah Kuwat dan Srikandi Movement PLN, Inspirasi Cegah Stunting di Bantul
Lelaki paruh baya berusia 46 tahun ini menggagas program bertajuk "Become Food Independent Through Homestead Farming Towards Zero Stunting".
Editor:
Hari Susmayanti
Istimewa
Budidaya maggot yang dilaksanakan oleh Pengelola Sekolah Sungai Siluk di Kalurahan Selopamioro, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Sugeng Widodo menyampaikan hadirnya PLN untuk pencegahan stunting ini yang selaras dengan program Pemerintahan yang baru.
"PLN hadir melalui Srikandi Movement yaitu pergerakan karyawan Wanita dengan 4 pilar program Utama pencegahan stunting yaitu Homestead Farming seperti yang telah dilaksanakan di Sekolah Sungai Siluk ini, Pemeriksaan Kesehatan, Program Community Feeding Center (CFC), Serangkaian Sosialisasi untuk menunjang perilaku hidup sehat," tutup Sugeng. (*)
Baca Juga
| Sekda DIY Peringatkan Pelaksana Program MBG di Lapangan: Jangan Rusak Upaya Mitigasi Stunting |
|
|---|
| Eko Suwanto Kampanyekan Gerakan Gemar Makan Ikan, Dorong Pemda Fasilitasi Gizi Terbaik untuk Balita |
|
|---|
| Eko Suwanto Apresiasi Kerja Keras Kader Posyandu dan TPK Turunkan Angka Stunting di Yogyakarta |
|
|---|
| Menakar Target 'Zero Stunting' di Kota Yogya, Legislatif: Butuh Napas Panjang |
|
|---|
| Upaya Tekan Kasus Stunting, Dinkes Bantul Akan Gencarkan Penimbangan Balita di Posyandu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jerih-Payah-Kuwat-dan-Srikandi-Movement-PLN-Inspirasi-Cegah-Stunting-di-Bantul.jpg)