Lazismu UMY Berikan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Kepada UMKM Binaan

Lazismu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan pelatihan dan pendampingan penyusunan laporan keuangan bagi pelaku UMKM.

Istimewa
Manajer Eksekutif Lazismu UMY, Rozikan memberikan sambutan dalam acara pelatihan dan pendampingan UMKM binaan Lazismu UMY batch 3 di Gedung Ibrahim E6 UMY, Senin (25/11/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan pelatihan dan pendampingan penyusunan laporan keuangan bagi pelaku UMKM.

Ada 14 pelaku UMKM binaan Lazismu UMY yang mengikuti pelatihan dan pendampingan batch 3 tersebut.

Manajer Eksekutif Lazismu UMY, Rozikan mengatakan penataan keuangan menjadi hal fundamental bagi pelaku usaha, termasuk pelaku UMKM.

Melalui penyusunan laporan keuangan yang baik, pelaku usaha dapat mengetahui laba maupun rugi yang didapatkan dalam periode tertentu.

Ketidaktahuan dalam menyusun laporan keuangan terkadang menjadi permasalahan bagi pelaku UMKM.

Menurut dia, masih banyak pelaku UMKM yang belum bisa memisahkan dan membedakan antara pendapatan dan keuntungan.

“Terkadang berasumsi bahwa pendapatan yang dihasilkan merupakan sebuah keuntungan dan diambil setiap bulan. Namun, pada faktanya hal tersebut belum dapat dikatakan sebagai keuntungan, tetapi dikenal sebagai selisih harga. Sehingga usahanya tidak bisa bertahan lama, karena belum bisa membedakan antara pendapatan dengan keuntungan yang sesungguhnya,” katanya, Senin (25/11/2024).

Baca juga: BREAKING NEWS: Satgas TPPO Polda DIY Ungkap 5 Kasus TPPO, 12 Korban Diselamatkan

Ia melanjutkan UMKM binaan Lazismu UMY mendapatkan pengawasan laporan keuangan setiap bulan melalui aplikasi.

Setiap pelaku UMKM akan menginput datanya ke dalam aplikasi yang disediakan. Melalui aplikasi tersebut, Lazismu UMY dan pelaku UMKM akan mengetahui laba sesungguhnya. 

“Pada saat monitoring, saya banyak menemukan jawaban yang abu-abu terkait dengan keuntungan. Padahal hakikatnya keuntungan itu berbentuk angka dan dapat diukur. Dengan pengawasan data melalui aplikasi akan memberikan kejelasan apakah dapat dikatakan untung atau rugi,” lanjutnya. 

Pihaknya juga mendorong pelaku UMKM binaan untuk mengikuti perkembangan teknologi. Salah satunya dengan kepemilikan QRIS. Untuk mendorong transformasi digital tersebut, Lazismu UMY menggandeng BPD DIY Syariah untuk kepemilikan QRIS.

Tidak hanya memudahkan transaksi, kepemilikan QRIS juga memudahkan pencatatan keuangan bagi pelaku UMKM.

“Sebagai salah satu bentuk mengikuti perkembangan zaman, kami akan mewajibkan bagi pelaku UMKM baik itu batch 1 sampai 3 untuk memiliki QRIS dari Bank BPD DIY Syariah. Hal ini dilakukan juga salah satunya untuk memudahkan pencatatan keuangan bagi pelaku UMKM binaan Lazismu UMY,” imbuhnya. (maw)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved