Warga Bantul dan Gunungkidul Berburu Entung di Awal Musim Hujan
Entung-entung yang sudah terkumpul, akan dicuci hingga bersih. Setelah itu, dimasak menjadi tumis dengan modal resep rumahan
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sejumlah warga Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul terlihat sibuk berburu entung atau kepompong ulat yang menempel di pohon jati, di Jalan Mangunan-Imogiri, Kalurahan Wukirsari, Imogiri, Kabupaten Bantul, Jumat (22/11/2024) siang.
Sukiyem (52), warga Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, mengaku gemar berburu entung untuk dikonsumsi sehari-hari.
Pasalnya, entung memiliki rasa gurih dan mudah didapatkan saat awal musim hujan tiba.
"Tapi, yang diburu ya cuma entung dari pohon jati. Dan saya sudah sering buru itu setiap awal musim hujan. Entung itu kan banyak tumbuh di daun-daun jati, jadi mudah di dapat," ucapnya, kepada awak media.
Biasanya, ia mencari entung tersebut bersama rekan-rekannya.
Bahkan, Sukiyem sering bertukar nomor telepon bersama orang baru yang sama-sama gemar berburu entung.
Ditambahkan, entung yang didapatkan dari pohon jati itu akan dimasukkan atau dikumpulkan ke dalam plastik.
Setelah itu, dibawa pulang dan dimasak untuk disantap bersama dengan keluarganya di rumah.
"Ya biasa itu dimasak ongseng atau tumis. Nanti, makannya pakai nasi hangat," jelasnya.
Proses pengolahan entung jati pun tidak lah rumit.
Sukiyem menyebut, entung-entung yang sudah terkumpul, akan dicuci hingga bersih. Setelah itu, dimasak menjadi tumis dengan modal resep rumahan.
Baca juga: Pohon Tumbang di Ring Road Selatan Bantul Akibat Hujan Deras Disertai Angin Kencang
Adapun resep membuat tumis entung adalah dicampur dengan bumbu dapur berupa bawang merah, bawang putih, cabai, tomat, garam, penyedap rasa, hingga gula.
"Kadang ada yang buat peyek entung juga. Tapi, kalau saya jarang. Lebih suka dibuat tumis. Jadi, bikin kenyang di perut," ujar dia.
Sementara itu, Ramiyem (70), warga Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, menjelaskan proses pencarian entung.
"Carinya ya pakai tangan atau pakai cutek (ranting pohon/kayu/lidi). Kan biasanya entung itu ada di tanah, di daun, di area pohon jati. Karena kan dia tumbuh dan sembunyi di sana, jadi harus dicari pakai tangan kalau enggak ya pakai cutek itu," paparnya.
| Aksi Solo Drum Syauqi Guncang Panggung Kirab Budaya Hari Jadi ke-48 SD Negeri Rejodadi Bantul |
|
|---|
| Pemkab Bantul Akan Geser TPR Parangtritis, Paling Lambat Juli 2026 |
|
|---|
| Pemkab Bantul Belajar Pengelolaan Museum ke Kota Malang |
|
|---|
| Menghirup Kembali Aroma Tahun 80-an di Rumah Nayantaka Batik |
|
|---|
| Siswa SLB Negeri 1 Bantul Ikuti Edutrain KAI Bandara, Belajar Mengenal Kereta hingga Cara Beli Tiket |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Penampakan-entung-jati-di-Bantul.jpg)