Debat Pilkada Jogja 2024, Hasto-Wawan Beberken Strategi Turunkan Gini Ratio Kota Yogyakarta

Hasto Wardoyo-Wawan Harmawan menyiapkan strategi khusus untuk menurunkan gini ratio.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUN JOGJA/AZKA RAMADHAN
Paslon Hasto-Wawan saat tampil di debat publik kedua Pilkada Kota Yogyakarta 2024, Sabtu (16/11/24) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo-Wawan Harmawan menyiapkan strategi khusus untuk menurunkan gini ratio.

Strategi pemangkas tingkat kesenjangan sosial itu dipaparkannya dalam debat publik kedua Pilkada Jogja 2024, Sabtu (16/11/24) malam, yang mengusung tema 'Pembangunan SDM, Ekonomi dan Kebudayaan'.

Pada kesempatan itu, Hasto mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi warga yang masih tinggal di rumah-rumah kumuh, di tengah pesatnya perkembangan pariwisata dan pembangunan infrastruktur.

Fenomema tersebut, menjadi bukti nyata tingginya angka gini ratio di Kota Pelajar, yang sampai sejauh ini masih berada di angka 0,454, selaras data BPS per akhir 2023 lalu.

"Kesenjangan sosial di Kota Yogya tampak sekali, di tengah ingar-bingar pariwisata dan bangunan megah, masih ada 1.800 warga yang tinggal di rumah-rumah kumuh," tandasnya.

"Maka, kami sampaikan, kami akan segera datang ke mereka tanpa menunggu APBD dan APBN, jika nanti diberi kepercayaan oleh masyarakat," urai Hasto. 

Di samping itu, program-program pemberdayaan bakal dijalankannya, dengan menggerakkan perekonomian melalui program Bela dan Beli, yang dipadukan dengan konsep Gandeng Gendong. 

Tujuannya, untuk memberdayakan masyarakat ekonomi menengah ke bawah, khususnya para pelaku UMKM yang punya peran penting dalam perputaran roda perekonomian.

"Bazar penting sekali untuk memfasilitasi UMKM. Kemarin saya melihat bazar di Kotagede, laris banget. Festival, atau bazar secara kontinyu dibutuhkan agar UMKM dikenal dan naik kelas," jelasnya.

Terlebih, untuk pelaku UMKM disabilitas yang disebutnya akan mendapat perhatian lebih besar jika Hasto-Wawan terpilih memimpin Kota Yogyakarta.

Menurutnya, dalam beberapa kesempatan berjumpa dengan kalangan difabel, ia mendapat banyak keluhan terkait sulitnya akses lapak yang terjangkau untuk memasarkan produk.

"Bagi mereka yang difabel, tentu lebih diperhatikan. Wajib hukumnya diberi lapak-lapak gratis. Kemarin saya dapat pesan, dimintai tolong membuatkan lapak untuk pelaku UMKM difabel di Balai Kota, saya siap merealisasikannya," tegasnya.

Tidak berhenti sampai di situ, paslon nomor urut 02 tersebut juga menjanjikan pemerataan pembangunan antara sektor utara dan selatan Kota Yogyakarta.

Keberadaan Taman Budaya Embung Giwangan yang sudah diinisiasi Pemkot Yogyakarta di kawasan selatan, disebut bisa menjadi pengungkit ekonomi.

"Mewujudkan keseimbangan ekonomi menjadi komitmen kami. Gini ratio mudah-mudahan akan terus menurun. Adil dan makmur menjadi harapan kita bersama," pungkasnya. (aka)

Paslon Hasto-Wawan saat tampil di debat publik kedua Pilkada Kota Yogya 2024, Sabtu (16/11/24) malam.

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved