Pemkab Sleman dan BPBD Siapkan Langkah Mitigasi Potensi Bencana Gunung Merapi 

Jumlah guguran dan gempa hybrid Gunung Merapi dalam laporan pengamatan beberapa hari terakhir mengalami peningkatan signifikan. 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribunjogja/Setya Krisna Sumargo
Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar beberapa waktu yang lalu 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sejak ditetapkan berstatus Siaga Level 3 pada 5 November 2020 lalu, aktivitas vulkanis Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY - Jateng masih cukup tinggi.

Jumlah guguran dan gempa hybrid dalam laporan pengamatan beberapa hari terakhir mengalami peningkatan signifikan. 

Berdasarkan laporan dari pengamatan Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Kementerian ESDM, pada periode 12 November 2024 Gunung Merapi mengalami 156 guguran dan 287 gempa hybrid. 

Jumlah tersebut meningkat pada periode pengamatan 13 November menjadi 219 gempa guguran dan gempa hybrid sebanyak 468 dengan amplitudo : 2-12 mm, S-P : 0.3-0.9 detik, Durasi : 4.6-12 detik. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Sleman, Henry Dharma Wijaya mengatakan, radius potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan - Barat daya sejauh maksimal 5 kilometer dari puncak.

Berhubung pemukiman warga di Kabupaten Sleman berada di luar radius bahaya, maka aktivitas warga tetap normal seperti biasa. 

"Namun dengan tetep meningkatkan kewaspadaan," kata Henry, Rabu (13/11/2024). 

BPBD Kabupaten Sleman, kata dia, sejauh ini sudah melakukan langkah-langkah mitigasi potensi bencana erupsi Gunung Merapi

Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain menyiapkan jalur evakuasi jika sewaktu-waktu gunung setinggi 2.968 mdpl tersebut erupsi. 

Pemantauan terhadap Early Warning System (EWS) atau alat deteksi dini yang tersebar di 37 titik rutin dilakukan. 

Baca juga: Selasa Malam, Gunung Merapi Luncurkan 24 Kali Guguran Lava, Jarak Maksimum 1,7 Kilometer

Pusat pengendalian operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sleman juga selalu berkoordinasi dengan BPPTKG untuk mengetahui perkembangan aktivitas vulkanis Gunung Merapi

"Barak-barak pengungsian juga disiapkan. Jumlahnya 22 barak," katanya. 

Saat ini, status Gunung Merapi berada di Siaga Level 3 sejak 5 November 2020.

Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved