BI DIY Ingatkan Potensi Peredaran Uang Palsu Jelang Pilkada
Peredaran uang palsu dapat menimbulkan inflasi mengancam pertumbuhan ekonomi serta merugikan masyarakat.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Bank Indonesia (BI) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai peredaran uang palsu menjelang Pilkada 2024.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Ibrahim mengatakan saat pesta demokrasi, potensi money politic akan meningkat.
Sejalan dengan hal tersebut, ada fase tertentu risiko yang mungkin timbul.
“Peredaran uang palsu perlu diwaspadai jelang pesta demokrasi. Money politic potensinya akan meningkat saat pesta demokrasi, harus diwaspadai,” katanya.
Ia menyebut peredaran uang palsu dapat menimbulkan inflasi mengancam pertumbuhan ekonomi serta merugikan masyarakat.
Upaya mitigasi peredaran uang palsu pun telah dilakukan dengan berbagai sosialisasi secara inklusif, menyasar masyarakat profesional, masyarakat pendidikan, maupun masyarakat yang berkebutuhan khusus.
“Kami juga sosialisasikan Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah ke semua masyarakat, sekolah, mahasiswa, dan semua lapisan masyarakat,” terangnya.
Baca juga: BI DIY Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Pembayaran Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran
Bank Indonesia pun telah meningkatkan keamanan uang.
Dengan begitu, masyarakat lebih mudah mengenali Rupiah, termasuk masyarakat yang berkebutuhan khusus.
Ia menyebut secara nasional peredaran uang palsu relatif menurun dari tahun ke tahun.
“Terkait uang palsu, kecil sekali. Trennya sudah menurun, dari 6 menjadi 5 lembar per 1 juta. Jadi untuk uang palsu jangan dilihat dari pecahannya, kami menyebutnya lembar menyerupai uang rupiah. Data nasional semakin menurun, karena fitur keamanannya ditingkatkan,” ujarnya.
"Kami membutuhkan dukungan, kerja sama dari seluruh pihak untuk memberikan ketenangan pada masyarakat. Harapannya stabilitas ekonomi, stabilitas inflasi tetap terjaga, sehingga pada ujungnya ekonomi semakin baik," imbuhnya. (*)
| Grebeg UMKM x DJAMUAN Istimewa Digelar di JCM, Transaksi QRIS DIY Tumbuh Signfikan |
|
|---|
| Dampak Kenaikan BI Rate, REI DIY Catat Penurunan Penjualan KPR Hingga 20 Persen |
|
|---|
| Jelang Pilkades Serentak 2026, Pemkab Magelang Perketat Awasi Dana Desa |
|
|---|
| Harga Hewan Kurban Naik, BI DIY Prediksi Dampak ke Inflasi Tidak Signifikan |
|
|---|
| BI DIY Optimistis Ekonomi DIY Tumbuh 5,7 -6,5 Persen Tahun 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-uang-palsu_2411.jpg)