Rangkuman Pengetahuan Umum

Sejarah dan Perkembangan Tata Rias, Dasar-dasar Kecantikan dan Spa SMK Kelas X Semester 1

Tata rias telah menjadi tren sejak ribuan tahun lalu. Seiring berjalannya waktu, tata rias akan terus berkembang dan mencerminkan nilai-nilai baru.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Buku Dasar-dasar Kecantikan dan Spa
Cover buku Dasar-dasar Kecantikan dan Spa SMK kelas X semester 1 

5. Zaman Ratu Elizabeth I (1533-1603)

Elizabeth
Zaman Ratu Elizabeth Muda.

Masih sama dengan zaman sebelumnya, kulit yang putih pucat dianggap sebagai lambang status sosial yang tinggi.

Gaya riasan yang sangat putih dan dramatis menjadi simbol dari kecantikan aristokrat.

Ceruse digunakan seperti pada Zaman Renaisans yang menciptakan wajah yang sangat putih yang disebut sebagai mask of youth.

Untuk mendapatkan warna rambut yang lebih berwarna, mereka menggunakan alkali sebagai pewarna rambut yang menyebabkan rambut mereka rontok.

Hal ini yang menyebabkan perempuan pada zaman ini menggunakan wig untuk menutupi rambut mereka yang rontok.

Warna mata yang lebih cerah dan lebih besar, Ratu Elizabeth I menciptakan sebuah tren pemakaian obat tetes mata yang terbuat dari tanaman nightshade yang beracun.

Lipstick merah yang tegas yang melambangkan kekuatan dan dominasi pada saat itu terbuat dari lilin lebah dan pewarna alami.

Tren pada kalangan bangsawan saat itu yaitu dengan membentuk alis setipis dan sehalus mungkin yang hampir tidak terlihat.

6. Zaman Modern (Abad ke-20 hingga Sekarang)

Memasuki awal abad ke-20 ini membuat perubahan yang besar, bukan lagi hanya bangsawan yang menggunakan makeup namun juga digunakan oleh masyarakat umum.

  • Era 1920-an, ini merupakan era flapper yang menggunakan makeup dramatis, bibir merah gelap, smokey eyes, dan rambut pendek. Makeup menjadi lebih berani dan ekspresif.
  •  Era 1950-an, tren feminitas klasik diperkenalkan oleh Marilyn Monroe dengan tampilan yang glamor dengan mengedepankan bibir merah menyala, kulit halus, dan eyeliner tebal.
  • Era 1960-an, revolusi budaya yang membawa gaya tata rias yang lebih berani. Makeup ini berfokus pada mata yang besar, eyeliner tebal, dan bulu mata palsu yang menjadi tren utama.
  • Era 1980-an, tahun ini dikenal dengan makeup-nya yang penuh warna, tebal, dan mencolok.
  • Era 2010-an, tren baru pada era ini dengan adanya countouring dan highlighting, sehingga memberikan kesan wajah yang lebih bertekstur dan glowing. 

Seiring berjalannya waktu, tata rias akan terus berkembang dan mencerminkan nilai-nilai baru.

Kecantikan tidak lagi terbatas pada standar tertentu, melainkan bagaimana dijadikan ruang bagi setiap orang untuk mengeksplorasikan diri secara bebas. (MG Veronika Dewi Saputri)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved