Debat Pilkada Klaten 2024, Paslon No 1 Bakal Cetak Petani Muda Melek Teknologi

Paslon No 1 juga berencana memberikan pelatihan bagi para petani terkait penggunaan teknologi bagi petani muda di Klaten agar semakin maju.

|
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Yoseph Hary W
Tribunjogja/Dewi Rukmini
Suasana debat putaran kedua antara pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Klaten Pilkada 2024 di Graha Bung Karno (GBK) Kabupaten Klaten, Minggu (10/11/2024). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Paslon nomor urut 1 untuk Pilkada Klaten 2024, Yoga Hardaya-Sova Marwati, berniat mempertahankan luasan lahan pertanian di Klaten. 

Paslon No 1 juga berencana memberikan pelatihan bagi para petani terkait penggunaan teknologi bagi petani muda di Klaten agar semakin maju.

Hal itu mereka ungkap saat debat antara pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) Pilkada Klaten putaran kedua pada Minggu (10/11/2024). 

Digelar di Graha Bung Karno (GBK) yang berlokasi di Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, gelaran debat terakhir itu mengangkat tema Ketangguhan Sosial, Ekonomi, dan Budaya untuk Klaten di Masa Depan.

Baca juga: Debat Pilkada Klaten, Paslon No 2 Bahas Wisata Minat Khusus, Paslon 3 Bicara Kesejahteraan Pendidik

Tema tersebut diuraikan menjadi 7 subtema terkait investasi serta ekonomi kreatif untuk UMKM dan Bumdes.

Kemudian, kedaulatan pangan, pembangunan manusia, kriminalitas, dan konflik sosial. Pendidikan, kesehatan, kepemudaan, kebudayaan, olahraga, serta pariwisata.

Ada sebanyak lima panelis yang merumuskan pertanyaan dalam debat siang itu. Antara lain, Prof. Dr. Suratman, M.Sc yakni Dosen Fakultas Geografl UGM (Pakar Geografl dan Sumber Daya), Hendrie Adji Kusworo yang merupakan Dosen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan UGM (Pakar Pariwisata dan Pembangunan Sosial). 

Kemudian, Dr. Jadmiko Anom Husodo, S.H., M.H. CLA., CCD yang merupakan Dosen Hukum Tata Negara UNS (Pakar Hukum), Dr. Dian Arymami, SIP., M.Hum yang merupakan Dosen Komunikasi UGM (Pakar Komunikasi dan Budaya), dan Dr. Kholilurrohman, M.Si. sebagai dosen dari Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Sald Surakarta (Pakar Pendidikan dan Budaya).

Pada kesempatan itu, subtema kedaulatan pangan, pariwisata, dan pendidikan menjadi isu yang dirumuskan panelis dan harus dibahas oleh para pasangan calon.

Paslon nomor urut 1, Yoga Hardaya-Sova Marwati, mendapatkan pertanyaan bagaimana kebijakan dan strategi proaktif dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Kabupaten Klaten. 

Mengingat Kabupaten Klaten sebagai lumbung pangan nasional memiliki sejumlah masalah dalam rangka pembangunan pertanian berkelanjutan.

Di antaranya terkait alih fungsi lahan 0,2 persen per tahun, usia petani di atas 45 tahun, kurangnya petani milenial, produksi lahan menurun, lahan pusi, bencana iklim, hingga petani gurem. 

Mengenai hal tersebut, Calon Bupati nomor urut 1 Yoga Hardaya, mengatakan akan mempertahankan luasan tanah pertanian di Kabupaten Klaten. Juga meningkatkan produksi padi dengan luasan pertanian yang ada yakni lewat pengolahan tanahnya.

"Kami akan melakukan pelatihan dan pendampingan kepada para petani serta memberikan kesempatan untuk kreatif mengembangkan inovasi bagi para petani-petani muda (milenial). Pelatihan dan pendampingan penggunaan teknologi pertanian juga akan kami lakukan. Termasuk upaya pemupukan untuk meningkatkan produksi dan membatasi lahan pertaniannya," papar dia. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved