Percepat Fasilitas dan Layanan Permasalahan Hewan Ternak, DPKH Gunungkidul Luncurkan Call Center

Kepala DPKH Kabupaten Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, mengatakan call center ini sebagai langkah cepat dan tanggap permasalahan terkait hewan ternak

Dok. Istimewa
Petugas Keswan saat memberikan vaksin PMK pada hewan sapi di Gunungkidul beberapa waktu lalu 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Gunungkidul meluncurkan call center untuk melaksanakan pelayanan terkait peternakan.

Kepala DPKH Kabupaten Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, mengatakan call center ini sebagai langkah cepat dan tanggap jika ada permasalahan terkait hewan ternak.

"Masyarakat bisa langsung menghubungi ke nomor WhatsApp 0859-5511-4555. Dalam panggilan tersebut, masyarakat bisa menyampaikan keluhan yang dialami ternaknya termasuk masalah kesehatan,"paparnya saat dikonfirmasi pada Kamis (7/11/2024).

Ia melanjutkan, nantinya para petugas kesehatan hewan (Puskeswan) yang berada di sekitar area tersebut, akan memberikan penanganan maupun pengarahan.

"Jadi, dilihat dulu sejauh mana kelurahan yang dialami ternak tersebut,"ucapnya.

Dia menyebut dengan adanya layanan call center ini diharapkan dapat mempermudah akses komunikasi antara pemerintah dengan peternak.

Dengan harapan, dapat menekan atau mengendalikan penyakit -penyakit berbahaya yang dapat menyerang hewan.

Terlebih lagi, populasi hewan ternak di Gunungkidul cukup tinggi yakni ternak sapi sebanyak 143.707 ekor, kambing 216.169 ekor, domba 16.665 ekor, dan unggas sebanyak 3.489.826 ekor.

"Dengan adanya call center ini tentu outputnya penanganan kesehatan hewan ternak bisa lebih baik lagi,"ucapnya.

Sementara itu, dalam rangka fasilitasi layanan pada hewan ternak, pihaknya juga meluncurkan Gerakan Peduli Penyakit Antraks dan Lainnya (Gerdu Kita).

Gerakan ini mengajak para peternak untuk lebih membangkitkan kesadaran dengan langkah antisipatif untuk pencegahan penyakit  menyerang hewan terlebih yang bersifat zoonosis.

"Melalui gerakan ini juga untuk melakukan pendekatan ke masyarakat khususnya peternak. Antara lain melakukan komunikasi dan edukasi secara rutin serta  memastikan pemantauan masih terus berjalan,"ucapnya 

Adanya inovasi baru ini, disambut positif oleh kelompok peternak di Gunungkidul, satu diantaranya Ketua Kelompok Peternak Pengkol Nglipar, Sumarno.

Dia mengatakan dengan adanya call center ini akan memudahkan peternak untuk berkonsultasi jika ditemukan adanya keluhan hewan ternaknya.

"Dengan begitu, peternak pun akan menangani hewannya sesuai dengan arahan dari dokter. Setidaknya, peternak tidak khawatir lagi apabila terjadi sesuatu hal pada hewan ternaknya,"pungkas dia. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved