Kirab Bregada dan Pawai Onthelis Djadoel Meriahkan Peringatan Sumpah Pemuda di Padukuhan Druwo
Warga Druwo, Kalurahan Bangunharjo, Kecamatan Sewon menggelar kirab bregodo dan sepeda onthel untuk memeriahkan peringatan Sumpah Pemuda
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Warga Druwo, Kalurahan Bangunharjo, Kecamatan (Kapanewon) Sewon, DI Yogyakarta, memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober lalu, dengan menggelar kirab bregada dan pawai sepeda onthel atau onthelis djadoel.
Kirab dilaksanakan dengan mengitari jalan perkampungan wilayah setempat pada Selasa (29/10/2024) pagi.
Selain itu, peringatan Hari Sumpah Pemuda ini juga dimeriahkan dengan atraksi seni dan budaya.
"Pada perayaan peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, kami, para warga Dusun Druwo ingin menampilkan sesuatu yang berbeda yakni, selain untuk memupuk semangat nasionalisme dan cintakan tanah air, kami telah bersepakat untuk menampilkan potensi lokal yang dimiliki," kata Ketua panitia pelaksana Kirab Bregada dan Onthelis Djadoel di Druwo, Rizky Wahyu Arya Hutama.
Dikatakannya, bregada memiliki representasi penghargaan maupun penghormatan terhadap semangat juang, nasionalisme, dan patriotisme.
Hal itu, kemudian menjadi landasan untuk dipilih memeriahkan momen peringatan Hari Sumpah Pemuda ini.
Kemudian pawai onthelis djadoel sendiri dipilih untuk melestarikan aset dan budaya kampung setempat.
Baca juga: Garda Terdepan KAI Bandara Kenakan Pakaian Tradisional Peringati Sumpah Pemuda
Pawai onthelis djadoel semakin menarik karena pengendaranya mengenakan pakaian veteran jaman perang.
" Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini tidak hanya dimeriahkan oleh kirab bregada dan pecinta sepeda djadoel saja, kami juga menghadirkan 14 stand yang menjual produk UMKM lokal," tuturnya.
Rizky menyampaikan bahwa kehadiran produk UMKM lokal dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda itu diharapkan menjadi salah satu sarana memperkenalkan produk lokal sekaligus pendongkrak ekonomi setempat.
"Makanya, tadi juga dibagikan jamu buatan warga yang sudah turun-temurun untuk diminum warga secara gratis," jelas dia.
Rizky berharap acara tersebut bisa terus digelar oleh warga Dusun Druwo.
Kegiatan tersebut dinilai menjadi salah satu sarana atau wadah untuk anak-anak muda setempat berkontribusi melestarikan budaya setempat dan menjaga perilaku yang mengarah ke hal-hal positif.
Sementara itu, Dukuh Druwo, Suharman, merasa senang dengan warganya yang masih melestarikan budaya setempat.
Ia turut memberikan apresiasi kepada warganya yang menggerlar puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan konsep tradisional.
"Keberadaan bregada dan onthelis djadoel itu patut dilestarikan dan dikembangkan karena akan mendukung potensi lokal kami. Dan kami sendiri juga akan terus mendorong potensi yang ada di wilayah kami untuk dilestarikan dan dikenal masyarakat luas," tandasnya.(nei)
Pemuda Yogyakarta Deklarasikan Komitmen Toleransi dan Penguatan Keistimewaan |
![]() |
---|
Rangkuman Materi Sejarah Kelas 11 Bab 2 Unit B Bagian 4: Kongres Sumpah Pemuda dan Kongres Perempuan |
![]() |
---|
Rayakan Sumpah Pemuda Bersama 100 Pimpinan Organisasi Pelajar DIY |
![]() |
---|
Gelorakan Semangat Sumpah Pemuda, Generasi Muda PLN Jateng DIY Raih Juara Inovasi |
![]() |
---|
Pesan Pjs Wali Kota Magelang Saat Peringatan Hari Sumpah Pemuda |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.