Soroti Kasus Penusukan Santri, Afnan Hadikusumo Tegaskan Komitmen Pembatasan Peredaran Miras

Afnan menyebut, isu peredaran minuman keras (miras) sering kali menjadi pemicu permasalahan kriminalitas di kalangan anak muda. 

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. Istimewa
Calon Wali Kota Yogyakarta, Afnan Hadikusumo, saat menjenguk santri korban penusukan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Calon Wali Kota Yogyakarta, Afnan Hadikusumo, menyoroti kasus penusukan yang menimpa dua santri pondok pesantren di kawasan Krapyak tempo hari.

Mantan Anggota DPD RI itupun sempat menjenguk, serta berinteraksi langsung dengan korban dan keluarganya, beberapa saat setelah kejadian.

"Kejadian ini tidak boleh terulang. Sebagai kota budaya dan pendidikan, Yogya harus menjamin lingkungan yang aman dan kondusif bagi siapa pun yang tinggal di sini, terutama generasi muda yang sedang menuntut ilmu," katanya, Minggu (27/10/2024).

Afnan menyebut, isu peredaran minuman keras (miras) sering kali menjadi pemicu permasalahan kriminalitas di kalangan anak muda. 

Ditegaskan, bahwa pasangan calon Afnan-Singgih  berkomitmen penuh untuk menekan pengaruh negatif miras terhadap kondisi psikologis anak muda di Kota Yogya. 

"Penggunaan miras tidak hanya berbahaya bagi kesehatan, tetapi juga meningkatkan potensi perilaku kriminal dan merusak masa depan generasi muda kita," tegasnya.

Baca juga: Polisi Periksa CCTV untuk Usut Pelaku Penusukan Seorang Santri di Jogja

 

"Butuh upaya bersama untuk memberantas peredaran miras di wilayah Yogya sebagai langkah preventif guna menciptakan lingkungan yang lebih aman," tambah Afnan.

Sebagai langkah nyata dalam membangun rasa aman di Kota Yogya, Afnan mendorong kerja sama lebih erat antara masyarakat dan aparat penegak hukum, untuk memastikan keamanan di lingkungan publik. 

Ia pun berkomitmen memperkuat sistem keamanan kota melalui program yang tidak hanya mengandalkan aparat, tetapi juga melibatkan komunitas setempat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. 

"Keamanan adalah tanggung jawab bersama, dan saya akan memastikan bahwa Yogya jadi kota yang lebih aman dengan memberdayakan seluruh elemen masyarakat," cetusnya.

Di sela kunjungannya ke rumah sakit, Afnan juga berbicara langsung dengan keluarga korban untuk memberikan dukungan moral dan psikologis. 

Dirinya menekankan pentingnya penanganan trauma secara komprehensif bagi para korban, agar mereka dapat pulih secara fisik dan psikologis. 

"Perhatian terhadap kesehatan mental korban kekerasan seperti ini harus menjadi bagian dari solusi, karena trauma yang diderita tidak bisa disembuhkan hanya dengan perawatan medis," urainya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved