Komunitas Python Dunia Sebut Ada Potensi Besar Orang Indonesia Jadi Programmer

Mariatta pun bertekad untuk menyampaikan banyaknya peluang untuk menjadi programmer kepada peserta yang mengikuti konferensi.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA/Istimewa
Mariatta Wijaya selaku Phyton Core Developer dan penasihat komunitas Pycon untuk Global PyLadies (kanan) dan Georgi Ker selaku Board of Directors, Python Software Foundation, yang juga pendiri PyLadies Bangkok di Kampus UNU Yogyakarta, Sabtu (26/10/2024) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komunitas python di Asia-Pasifik menyebut, masyarakat Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi programmer.

Namun, butuh usaha yang besar juga untuk mendorong individu agar mau menggeluti bidang pemrograman.

Mariatta Wijaya selaku Phyton Core Developer dan penasihat komunitas Pycon untuk Global PyLadies mengatakan, jarang sekali terlihat orang Indonesia bergelut di dunia pemrograman.

“Kami jarang mendengar tentang pengembang python dari luar Amerika maupun Eropa. Bahkan, sangat jarang sekali orang-orang python itu dari Asia, terutama Indonesia,” kata Mariatta.

Mariatta merupakan salah satu programmer yang hadir dalam Python Conference Asia Pacific (Pycon APAC) 2024 yang ke-15 di kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, 25-27 Oktober 2024.

Di agenda tersebut, Mariatta pun bertekad untuk menyampaikan banyaknya peluang untuk menjadi programmer kepada peserta yang mengikuti konferensi.

“Kalau kamu punya kemampuan untuk jadi programmer python, kamu akan punya keuntungan lebih dan mungkin pekerjaan yang lebih baik. Ini kan bisa menjadi kesempatan besar untuk orang Indonesia,” jelas Maria yang merupakan pengembang PyCascades.

Baca juga: UNU Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Pycon APAC 2024, Ajang Kolaborasi Programmer dari Asia-Pasifik

Sementara, Georgi Ker selaku Board of Directors, Python Software Foundation, yang juga pendiri PyLadies Bangkok menambahkan, pihaknya mendukung keberadaan konferensi python di Yogyakarta tersebut.

Ia tidak menampik, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan program python.

“Masalahnya kalau di Asia, ada pola pikir bahwa coding, python itu adalah hal-hal yang tinggi dan tidak tersentuh oleh orang awam. Kami hanya punya sedikit representatif dari Asia. Padahal, python itu bisa untuk semua,” bebernya.

Adanya konferensi tersebut, kata Georgia, bisa menjadi ajang belajar maupun kolaborasi programmer python.

Para ahli program itu bisa mengembangkan diri, berjejaring bahkan mencari pekerjaan.

Rektor UNU Yogyakarta, Widya Priyahita Pudjibudojo menambahkan kampusnya ingin fokus di isu-isu yang berkaitan dengan STEM dan masa depan.

Dia pun mendukung adanya konferensi dunia tentang program python itu di Kampus UNU Yogyakarta.

“Problem pendidikan tinggi itu adalah masih adanya miss antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Cara mengatasinya ya seperti ini, memperluas hubungan antara kampus dengan dunia profesional supaya apa yang diajarkan kampus tetap relevan,” tukas dia. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved