Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Pencak Wisata Budaya 4 Digelar, Puluhan Mahasiswa Luar Negeri di Jogja Ikut Belajar Silat

Kegiatan ini merupakan rangkaian utama Pencak Wisata Budaya ke-4 yang diadakan oleh Paseduluran Angkringan Silat.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Miftahul Huda
Perwakilan Dinas Kebudayaan DIY memaparkan kegiatan pencak wisata budaya 4 di Jogja, Rabu (23/10/2024) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puluhan mahasiswa dari berbagai negara bakal mengikuti camp budaya untuk mengenal kesenian beladiri pencak silat di Pakem, Kabupaten Sleman mulai 24 sampai 26 Oktober 2024.


Kegiatan ini merupakan rangkaian utama Pencak Wisata Budaya ke-4 yang diadakan oleh Paseduluran Angkringan Silat.


Pengurus Paseduluran Angkringan Silat, Yosi mengatakan pihaknya bekerjasama dengan UGM dan pemerintah DIY.


Salah satu kegiatan menarik yakni camp budaya dimana peserta berbagai negara akan mengikuti camp budaya selama 3 hari 2 malam.


"Mereka akan diperkenalkan dengan berbagai aliran Pencak Silat dari seluruh Indonesia dan juga budaya Yogyakarta seperti Jemparingan Mataraman, pembuatan keris, pembuatan batik, dan lainnya, ada sekitar 22 peserta," katanya, kepada awak media, Rabu (23/10/2024).


Selain itu, akan ada lomba koreografi pencak untuk anak, diikuti oleh tim-tim dari berbagai perguruan atau aliran pencak silat


Juri lomba ini melibatkan praktisi Pencak Silat, praktisi tari profesional, sutradara teater, dan dosen seni. 


"Lomba ini memperebutkan Piala Sri Paduka KGPAA Paku Alam X," imbuh Koordinator Paseduluran Angkringan Silat, Suryadi.

Selain itu akan ada pagelaran Pencak Silat di Titik Nol Malioboro yang disebut Pencak 4 Jam. 


Ini menjadi sarana promosi bagi berbagai perguruan dan aliran Pencak Silat kepada masyarakat umum.


"Sekaligus media edukasi tentang betapa Pencak Silat adalah warisan budaya yang perlu dihargai, bukan sekadar permainan atau cabang olahraga semata," terang dia.


Menurutnya pencak silat ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO pada 2019 lalu. 


Predikat tersebut mestinya diikuti dengan pelestarian salah satu tradisi yang kini menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) yang diakui pemerintah.


Namun pada kenyataan, Suryadi mengakui pelestarian pencak silat bukan perkara yang mudah. 


Tak banyak komunitas pencak silat, termasuk di Yogyakarta yang masih melestarikan salah satu olahraga bela diri tersebut.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved