5 Alumni SMA Taruna Nusantara Masuk Pemerintahan Prabowo, Begini Kiprah Mereka Menurut Gurunya

Lima alumni SMA Taruna Nusantara Magelang menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih

Istimewa
Menteri Luar Negeri Kabinet Merah Putih, Sugiono saat bersekolah di SMA TN Magelang 

Cecep juga ingat kisah Prasetyo Hadi yang dikenal dengan karakter disiplin dan tegas.

Walaupun tidak selalu meraih nilai tertinggi, namun dengan ketekunan dan tanggung jawabnya dalam berbagai tugas, termasuk keterlibatannya di peleton upacara, membuatnya menonjol di mata para pamong.

Kemudian juga Sudaryono yang dia ingat pernah mendapat penghargaan medali perak di SMA TN.

Sudaryono dikenal sangat humble atau rendah hati dan pandai dalam bergaul. Ia juga pernah menjadi pembawa tanda-tanda kehormatan dalam berbagai upacara di sekolah.

"Jadi semuanya teringat, karena kami kan tinggal di asrama ya sehingga karena berasrama jadi relatif akrab dengan mereka sehingga mengenang masing-masing punya karakter-karakter yang beragam," jelasnya.

Sebagai guru biologi yang sudah mengajar sejak angkatan pertama SMA TN, Cecep melihat keberhasilan para alumni ini sebagai wujud dari mimpi besar para pendiri sekolah. 

"SMA TN didirikan untuk mencetak para pemimpin bangsa, dan sekarang kita melihat buah dari kerja keras semua pihak," ujarnya.

Lebih dari sekadar bangga, Cecep merasa bahwa pencapaian ini juga mencerminkan nilai-nilai yang ditanamkan di SMA TN, mulai dari disiplin, tanggung jawab, hingga semangat untuk melayani bangsa.

Selain kelima alumni yang kini menjabat di kabinet, banyak lulusan SMA TN yang menempati posisi strategis di berbagai bidang, baik di militer, pendidikan, hingga sektor kesehatan. 

Cecep juga menyampaikan bahwa mantan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam lima tahun terakhir memberikan apresiasi khusus terhadap prestasi SMA TN, sehingga memicu pembukaan kampus baru di Cimahi dan Malang. 

Hal ini dilakukan untuk menampung minat masyarakat yang semakin tinggi terhadap pendidikan di SMA TN.

Sebagai salah satu guru yang masih mengajar sejak generasi pertama SMA TN, bisa melihat mantan siswa-siswanya menimbulkan sebuah kebanggaan tersendiri. 

"Kami para pamong merasa bangga, bukan hanya karena mereka berhasil, tapi karena mereka mampu mewujudkan nilai-nilai yang telah diajarkan selama di sekolah. Mereka kini tumbuh menjadi pemimpin yang siap memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara," pungkasnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved