Kabinet Merah Putih

Erick Thohir Dilantik Jadi Menpora, Kursi Menteri BUMN Masih Kosong

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada Rabu (17/9/2025)

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
YouTube/Kompas TV
BANTAH KECOLONGAN: Menteri BUMN Erick Thohir menanggapi kasus korupsi Pertamina Patra Niaga yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 193,7 triliun. 

TRIBUNJOGJA.COM - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada Rabu (17/9/2025). Pergantian ini meninggalkan kekosongan di kursi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang kini menjadi sorotan publik.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan pemerintah belum menunjuk menteri definitif. 

Untuk sementara, posisi itu akan diisi oleh pelaksana tugas (Plt) agar roda kementerian tetap berjalan. 

"Menteri BUMN definitif memang belum ditunjuk, karena tugas Bapak Erick Thohir sudah berpindah ke Kemenpora,” ujar Prasetyo di Istana Negara.

Tiga Wamen Masuk Bursa Plt

Prasetyo menyebut peluang besar terbuka bagi jajaran wakil menteri BUMN untuk mengisi posisi Plt. Saat ini, ada tiga nama yang mencuat:

  • Kartika Wirjoatmodjo (Tiko) – Mantan Direktur Utama Bank Mandiri dengan rekam jejak panjang di sektor keuangan. Ia dikenal sebagai teknokrat yang banyak terlibat dalam kebijakan pembinaan BUMN.
  • Dony Oskaria – Selain menjabat Wakil Menteri BUMN, ia juga COO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Berpengalaman di sektor pariwisata dan keuangan.
  • Aminuddin Ma’ruf – Tokoh muda NU, eks Staf Khusus Presiden Jokowi, yang kini menangani kebijakan Environmental, Social, and Governance (ESG) di Kementerian BUMN.

Meski ketiga nama tersebut ramai dibicarakan, Prasetyo menegaskan Presiden Prabowo belum menandatangani keputusan resmi. “Belum, belum tanda tangan,” katanya.

Baca juga: Mantan Wakapolri Sambangi Istana Negara di Tengah Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih Hari Ini

Wacana Peleburan BUMN dan Danantara

Di tengah penantian pengganti Erick Thohir, isu peleburan Kementerian BUMN dengan Danantara kembali mencuat. Namun, Prasetyo memastikan langkah itu belum dibahas lebih jauh. 

"Belum ada, kita sedang proses,” ujarnya.

Menurutnya, Danantara saat ini masih fokus membenahi manajemen perusahaan pelat merah. Jika nantinya diperlukan penataan kelembagaan lebih lanjut, pemerintah akan mengkajinya.

Isu peleburan ini sejatinya sudah muncul sejak Danantara diresmikan pada Februari 2025. 

CEO Danantara, Rosan Roeslani, kala itu menyebut hampir seluruh perusahaan pelat merah berada di bawah Danantara. 

"99 persen kepemilikan ada di Danantara, sementara 1 persen saham Seri A atau Merah Putih tetap di Kementerian BUMN,” jelas Rosan.


( Tribunjogja.com / Kompas.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved