Liga 2

PSIM Yogyakarta Kembali Puncaki Klasemen Grup 2, Setelah Bantai Persiku Kudus 5-0

PSIM Yogyakarta kembali ke puncak klasemen Grup 2 setelah membantai tuan rumah Persiku Kudus dengan skor telak lima gol tanpa balas.

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi PSIM Yogyakarta
Pemain PSIM Yogyakarta saat melakukan selebrasi usai membobol gawang Persiku Kudus di Stadion Wergu Wetan, Minggu (20/10/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, KUDUS - PSIM Yogyakarta kembali ke puncak klasemen Grup 2 setelah membantai tuan rumah Persiku Kudus dengan skor telak lima gol tanpa balas saat kedua tim bertemu di pekan kedelapan Liga 2 2024/2025.

Bermain di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Minggu (20/10/2024) sore, Laskar Mataram menang 5-0 atas Macan Muria.

Parade gol PSIM Yogyakarta di laga itu dibuka oleh, wonderkid Arlyansyah Abdulmanan di menit ke-29 dan Yusaku Yamadera menit ke-49.

Kemudian, Yudha Alkanza menit ke-57, Rafinha menit ke-79 dan terakhir Savio Sheva menit ke-85.

Tambahan 3 angka membuat Laskar Mataram menggusur Nusantara United di puncak klasemen Grup 2.

Rafinha dan kawan-kawan kini mengoleksi 14 poin hasil dari 4 menang, 2 imbang dan 1 kali kalah.

PSIM unggul satu poin dari Nusantara United yang menghuni peringkat kedua dengan koleksi 13 poin.

Posisi PSIM masih bisa turun kembali ke peringkat kedua bila Persijap Jepara meraih kemenangan di pekan ke tujuh.

Saat in, Persijap baru bermain di 6 laga dan mengoleksi 12 poin.

Pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantoro, mengaku bersyukur dengan kemenangan yang didapat anak asuhnya di laga tandang tersebut.

"Yang pertama jelas kami syukuri, kami dapat mencuri tiga poin di sini, selamat untuk teman-teman suporter yang selalu setia mendukung kami. Selamat untuk manajemen PSIM dan juga pemain," ujar Seto usai laga.

Meski menang besar dan memuncaki klasemen sementara Grup 2, Seto enggan jumawa dan meminta anak asuhnya tetap membumi.

Dia menilai, masih banyak yang perlu dievaluasi dari permainan Rafinha dan kolega.

"Hasil yang maksimal tapi tentunya masih banyak kekurangan dari kami dari kesalahan-kesalahan individu, kesalahan komunikasi, harapannya bisa kami perbaiki pelan-pelan," kata Seto.

Diakui Seto, pergantian sejumlah pemain di laga tersebut, sebetulnya bukan strategi tapi karena banyak pemain yang mengalami cedera seperti Muhammad Fariz hingga Samuel Simanjuntak.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved