Liga 2

Gusti Randa Bicara Penyebab PSS Sleman Turun Kasta ke Liga 2

sanksi pengurangan 3 poin di awal musim, ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi performa PSS tak kunjung membaik

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Iwan Al Khasni
Dok. PSS Sleman
Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada, Gusti Randa 

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Banyak faktor yang mempengaruhi jebloknya prestasi PSS Sleman hingga memaksa klub itu turun kasta ke Liga 2.

Selain menerima sanksi pengurangan 3 poin di awal musim, ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi performa PSS tak kunjung membaik.

Presiden Direktur PT Putra Sleman Sembada (PSS), Gusti Randa, mengatakan bahwa tiga kali pergantian pelatih dalam satu musim juga berpengaruh ke performa PSS.

PSS diketahui dilatih oleh Wagner Lopes, Mazola Junior hingga terakhir Pieter Huistra di Liga 1 2024/2025.  

"Saya kira secara psikologis masa itu pasti menekan bukan saat itu saja, jauh sebelum itu sebetulnya. Kita kan sempat tiga kali ganti pelatih. Dari Wagner Lopes ke Mazola Junior akhirnya ke Pieter Huistra," ujarnya, Minggu (8/6/2025).

Dia menyampaikan pergantian pelatih hingga tiga kali ini tentu sebetulnya untuk memperbaiki performa PSS agar keluar dari zona degradasi.

Hal ini sempat membuahkan hasil karena PSS bisa menutup paruh pertama dengan finish di luar zona degradasi.

Namun, nyatanya performa PSS menurun tajam di awal paruh kedua dan tak bisa lagi keluar dari zona degradasi.

Gusti menegaskan bahwa tiga pelatih yang menukangi PSS di Liga 1 musim itu merupakan nama-nama besar.

"Wagner, siapa sih yang nggak tahu Wagner Lopes, sebagai pemain dia membawa Jepang ke Piala Dunia. Ternyata atmosfer sepak bola Indonesia nggak cocok, akhirnya kita ganti," jelasnya.

"Dengan Mazola pun hanya sekian pertandingan. Nah karena ada tekanan, terus bagus. Kita ganti pelatih yang pernah menukangi Borneo FC (Pieter Huistra), di tengah musim itu Borneo di atas. Jadi ini upaya kita," ucapnya.

Disamping itu, Gusti juga menyoroti badai cedera yang menimpa sejumlah pemain andalan sehingga PSS jarang tampil full tim di musim itu.

Beberapa pemain PSS yang sempat cedera yakni Kim Jeffrey Kurniawan, Phil Ofosu-Ayeh, Betinho, Cleberson, Fachruddin Aryanto hingga Danilo Alves yang kemudian dilepas di paruh musim jadi buktinya.

"Pemain PSS kemarin itu betul-betul kita kaget. Misalnya ada pemain yang kita kontrak, kita mendapatkan informasi bagus, kita lihat sendiri bagus, ternyata rawan cedera. Sleman itu mengalami hal seperti itu," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved