Mengapa Retno Marsudi Tidak Dipanggil ke Kabinet Prabowo-Gibran? Ternyata Ini Alasannya

Mengapa Retno Marsudi tidak dipanggil lagi? Alasan tidak ada Retno di pemerintahan yang akan datang bukan karena alasan buruk

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
TRIBUNJOGJA/Ardhike Indah
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, seusai memberikan kuliah umum di Balai Senat UGM, Senin (3/6/2024) 

TRIBUNJOGJA.COM - Dari sekian banyak orang yang dipanggil Prabowo untuk menjadi menteri dan wakil menteri beberapa waktu lalu, tidak ada nama Retno Marsudi.

Retno Marsudi merupakan Menteri Luar Negeri (Menlu) dua periode era Presiden Joko Widodo, dari 2014-2024.

Namun, ia tampaknya tak akan mengisi pos Menlu lagi di pemerintahan Prabowo-Gibran.

Mengapa Retno Marsudi tidak dipanggil lagi?

Alasan tidak ada Retno di pemerintahan yang akan datang bukan karena alasan buruk.

Retno Marsudi telah ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres untuk menjadi Special Envoy on Water atau Utusan Khusus Bidang Air.

Penunjukkan tersebut dilakukan Guterres pada Jumat (13/9/2024). Retno bakal menjalankan Utusan Khusus Bidang Air itu per 1 November 2024 usai dirinya tak lagi menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia.

Apa itu Utusan Khusus Bidang Air, jabatan yang diemban Retno Marsudi?

Utusan Khusus Sekretaris Jenderal (SESG) adalah pejabat senior PBB yang ditunjuk oleh Sekjen PBB untuk menangani serangkaian masalah tertentu.

Retno adalah orang Indonesia pertama yang ditunjuk sebagai Utusan Khusus. 

Per Juni 2022, setidaknya ada delapan orang yang ditunjuk Guterres untuk menjadi Utusan Khusus, belum termasuk Retno.

Baca juga: Apa Itu Utusan Khusus Bidang Air, Jabatan dari Sekjen PBB yang Diemban Retno Marsudi?

Utusan Khusus Bidang Air bertujuan untuk menggalang kemitraan dan upaya bersama untuk memajukan agenda air, termasuk tindak lanjut hasil Konferensi Air Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2023.

Utusan Khusus ini akan memanfaatkan hasil-hasil berbagai proses air global, khususnya Konferensi Air PBB tahun 2026.  

Ia akan mendukung upaya untuk memastikan masa depan yang aman akan air bagi semua orang dengan mengadvokasi kerja sama politik, ekonomi, dan sosial budaya yang lebih kuat di semua tingkatan.

Nantinya, Retno ditugaskan untuk meningkatkan kerja sama dan sinergi internasional di antara berbagai proses pembahasan air di tingkat internasional.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved