Mubeng Kampus Jogja
Mengapa Orang Terobsesi dengan Gelar Akademik Tinggi tanpa Mau Susah Payah Studi?
Di Indonesia, ada sejumlah pejabat atau tokoh terkenal yang mendapatkan gelar tinggi, tapi mereka disinyalir tidak menempuh studi yang layak.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
“Situasi ini jadi ironi dunia pendidikan di Indonesia. Gelar akademik bukan sebagai peningkatan kualitas sumber daya manusia, melainkan pendorong posisi tawar di jabatan politik,” jelas Mukhijab.
Ia tidak memungkiri, bagi kalangan ilmuwan, untuk meraih gelar akademik harus melewati proses berliku, tak jarang berdarah-darah.
“Sebaliknya, kalau politisi, artis dan lainnya, gelar akademik bisa didapat secara instan dengan membeli maupun menginvestasikan dengan imbalan lain setelah dia dihadiahi gelar akademik,” paparnya.
Disinggung apakah menghamba pada gelar ini juga berkaitan dengan tingkat kemiskinan dalam negeri, Mukhijab mengatakan itu tidak berkaitan.
Menurutnya, peraihan gelar akademik ilegal berkaitan dengan problem moralitas para borjuis, kapitalis, politis maupun artis.
“Mereka menganggap pendidikan itu bisa selesai dengan singkat dan gelar bisa didapat dengan mempertaruhkan status sosial mereka dan membayar. Ya itu, mereka dapat gelar bukan untuk peningkatan kualitas SDM tapi kapitalisasi jabatan politik, tidak terkait dengan peningkatan mutu pendidikan nasional,” tukas Mukhijab. ( Tribunjogja.com )
| Jaringan Demokrasi Indonesia DIY dan UAD Berkolaborasi Pantau dan Awasi Pilkada 2024 |
|
|---|
| Mahasiswa FIPP UNY Dapat Penghargaan dari Polresta Sleman, Kontribusi sebagai JBI |
|
|---|
| FTSP UII Ajak Mahasiswa Bikin Prototipe Jembatan Rangka |
|
|---|
| UII dan APHK Gelar Diskusi Akademik Susun Hukum Perikatan |
|
|---|
| Mahasiswa Berprestasi UWM Yogyakarta Dapat Beasiswa dari Bank BPD DIY |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-pendidikan_20180804_092437.jpg)