Bactiar Dwi Kurniawan Terpilih Sebagai Ketua Pemuda ICMI DIY 2024-2028, Begini Pesannya
Dalam sambutannya, Bachtiar mengatakan ICMI sempat tenggelam seusai BJ Habibie dan Amien Rais tak lagi aktif dalam organisasi itu.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengurus Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) DIY baru saja dilantik secara langsung oleh pengurus pusat ICMI, di gedung Sekolah Pasca Sarjana UGM, Jumat (18/10/2024)
Isu-isu yang mendapat perhatian publik masih menjadi fokus gerakan yang sempat dinakhodai oleh Presiden ke-3 RI, BJ Habibie ini.
Dr Bactiar Dwi Kurniawan terpilih sebagai Ketua Pemuda ICMI wilayah DIY periode 2024-2028.
Kemudian untuk Sekretaris Umum pemuda ICMI DIY dijabat oleh Eka Anisa Sari.
Dalam sambutannya, Bachtiar mengatakan ICMI sempat tenggelam seusai BJ Habibie dan Amien Rais tak lagi aktif dalam organisasi itu.
Sekarang, menurut Bachtiar marwah semangat ICMI muncul kembali untuk turut berkontribusi bagi kehidupan.
"Mudah-mudahan ini menjadi organisasi yang hanya tidak menampung satu golongan, tetapi wadah kita bersama untuk merumuskan isu bersama kepedulian dan mengadvokasi isu-isu publik berdasarkan nalar intelektual cendekiawan rasional objektif dan berbihak pada kebenaran dan kebaikan," jelasnya.
Ketum ICMI Pusat, Ismail Rumadan, seusai melantik pengurus Pemuda ICMI DIY menyampaikan konsep besar ICMI yakni menyelaraskan iman dan takwa serta ilmu pengetahuan.
"Seorang cendekiawan harus mengimbangi konsep itu, bagaimana mengimbangi iman dan takwa serta perkembangan iptek," ujarnya.
Baca juga: Anggota DPRD DIY Eko Suwanto Desak KPU Segera Lakukan Pemutahiran Data Pemilih Pilkada 2024
Rumadan menuturkan, tidak bisa ditampik bahwa teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berkembang pesat.
Bahkan lembaga penegak hukum di negara Cina, menurut Ismail Rumadan sudah mengadopsi AI.
"Di Cina membuat AI jaksa. Kualifikasinya 97 persen, kalau jaksa manusia dibawah 50 persen. Kecerdasan ai lebih mendekati 100 persen dari dakwaan," ujarnya.
Akan tetapi menurut dia teknologi tersebut tetap saja membutuhkan manusia untuk mengoperasikan.
"Sangat hisa teknologi memperbaiki sistem sosial, tapi harus dicatat adalah teknologi gak punya karakter dan moral seperti manusia," imbuhnya.
Melalui pelantikan ini dirinya berharap Pemuda ICMI kembali ke sebuah sikap konsistensi yang berpengaruh positif bagi bangsa dan negara.
Dalam pelantikan ini turut dihadiri sejumlah tokoh di antaranya GBPH Prabukusumo, Rektor UII Prof Fathul Wahid, serta perwakilan pengurus ICMI Korwil DIY Hamim Zarkasi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sejumlah-pengurus-pusat-ICMI-dan-pemuda-ICMI-DIY.jpg)