Rangkuman Materi Biologi Kelas 11 BAB 6: Mobilitas pada Manusia
mempelajari rangkuman menarik tentang mata pelajaran Biologi BAB 6 kelas 11 SMA, dengan tema Mobilitas pada Manusia
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
5. Lengkung Refleks
Lengkung refleks adalah jalur saraf yang mengontrol respons otomatis tubuh terhadap rangsangan tanpa perlu melibatkan kesadaran atau pemikiran sadar.
Ini adalah proses cepat yang melibatkan sistem saraf pusat dan tepi untuk melindungi tubuh dari bahaya atau cedera. Ada beberapa komponen penting dalam lengkung refleks:
- Reseptor:
Mendeteksi rangsangan (misalnya, sentuhan panas atau nyeri).
2. Neuron Sensorik:
Mengirim sinyal dari reseptor ke sumsum tulang belakang.
3. Pusat Integrasi:
Biasanya di sumsum tulang belakang, tempat informasi diproses (tanpa perlu otak).
4. Neuron Motorik:
Mengirim sinyal dari sumsum tulang belakang ke otot atau kelenjar.
5. Efektor:
Otot atau kelenjar yang menghasilkan respons, seperti menarik tangan dari sumber panas.
Lengkung refleks ini memungkinkan tubuh merespons dengan sangat cepat terhadap situasi mendesak, misalnya ketika tangan menyentuh benda panas.
B. Struktur, Fungsi, dan Kelainan serta Gangguan pada Sistem Gerak
1. Rangka Manusia sebagai Alat Gerak terdiri atas:
- Tulang Penyusun Rangka
- Bentuk Tulang
- Macam-macam Rangka
- Hubungan antar tulang
2. Struktur Otot Lurik
Otot lurik adalah otot yang bertanggung jawab atas gerakan sadar, seperti berjalan atau mengangkat benda. Struktur utamanya meliputi:
- Serat otot: Sel otot panjang berbentuk silinder, terdiri dari banyak inti.
- Sarkolema: Membran sel yang mengelilingi serat otot.
- Miofibril: Struktur dalam serat otot yang terdiri dari filamen aktin (tipis) dan miosin (tebal).
- Sarkomer: Unit kontraksi otot, memberi otot pola lurik.
- Retikulum sarkoplasma: Menyimpan dan melepaskan ion kalsium untuk kontraksi.
- Mitokondria: Menghasilkan energi (ATP) untuk kontraksi otot.
Otot lurik bergerak cepat tapi mudah lelah.
C. Mekanisme Gerak
Mekanisme gerak melibatkan:
Rangsangan Saraf: Sistem saraf mengirim impuls ke otot.
Kontraksi Otot: Otot berkontraksi karena interaksi filamen aktin dan miosin.
Tindakan pada Tulang: Otot menarik tulang, menghasilkan gerakan.
Kerja Antagonis: Otot bekerja berlawanan untuk mengontrol gerakan.
Ini memungkinkan tubuh bergerak secara terkoordinasi. (MG Annisa Nur Khasanah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/biologi-BAB-6.jpg)