Menganalisis Produk Perundang-undangan: Materi PPKN Kurikulum Merdeka
Simak artikel berikut untuk mengetahui pembahasan mengenai materi Analisis Produk Perundang-undangan.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM – Artikel berikut berisi pembahasan mengenai Analisis Produk Perundang-undangan materi PPKN Kurikulum Merdeka.
Materi dilansir dari Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan karya Abdul Wail, Ali Usman, Ahmad Asroni, Hatim Gazali, Tedi Kholiluddin.
Tujuan pembelajaran ini yaitu peserta didik dapat menganalisis satu produk perundang-undangan: apakah telah diarahkan untuk mencapai tujuan pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia, melayani rakyat kebanyakan, dan tidak berpotensi terjadi korupsi.
Baca juga: Produk dan Hierarki Perundang-undangan: Materi PPKN SMA Kelas 10 Kurikulum Merdeka
Dari pertemuan terdahulu, kita telah mengetahui hubungan antara Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 serta mengenal jenis dan hierarki perundang-undangan di Indonesia.
Pancasila sebagai falsafah dan ideologi dan UUD NRI Tahun 1945 menerjemahkan ke dalam norma-norma hukum yang mendasar.
Keduanya menjadi pegangan dalam hidup bernegara, tujuan bernegara, dan bagaimana menyelenggarakan pemerintahan agar memenuhi tujuan bernegara.
Beberapa hal berikut dapat menjadi pedoman dalam mencermati hubungan antar perundang-undangan:
1. Seluruh peraturan perundang-undangan di Indonesia harus merujuk kepada Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945, tidak boleh mengabaikan apalagi bertentangan.
Seperti halnya sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” dalam Pancasila, dan Pasal 29 ayat (1) dan (2) UUD NRI Tahun 1945, keduanya memberikan perlindungan kepada agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Maka, peraturan perundang-undangan yang ada di bawahnya tidak boleh bertentangan terhadap keduanya.
Undang-Undang sampai Peraturan Daerah tidak boleh menuliskan norma hukum yang melarang kebebasan beragama.
2. Peraturan perundang-undangan yang ada di bawah UUD NRI Tahun 1945 harus merujuk pasal atau ayat yang ada dalam UUD NRI Tahun 1945.
Hal demikian berlaku secara hierarikis dalam urutan perundang-undangan, sehingga sebuah Peraturan Daerah bukan hanya harus merujuk kepada UUD NRI Tahun 1945 tetapi harus pula merujuk kepada Undang-Undang atau Peraturan Pemerintah yang ada di atasnya, yang sejalur perihal yang diatur.
3. Isi peraturan perundang-undangan harus searah dan mendukung terhadap peraturan perundang-undangan yang di atasnya, serta norma hukum yang ada harus dapat dilaksanakan.
Istilah yang digunakan pun harus jelas dan tidak menimbulkan penafsiran yang bermacam-macam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Unit-7-Menganalisis-Produk-Perundang-undangan.jpg)