Pembahasan Soal Lembar Kerja Antropologi Kelas 11 SMA Bab 2 Halaman 93 dan 97

Berikut ini pembahasan soal dan jawaban materi Antropologi kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka Bab 2 tentang Ruang Lingkup Antropologi.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Capture Sampul Buku Antropologi Kurikulum Merdeka Kelas 11 SMA
Buku Antropologi Kurikulum Merdeka Kelas 11 SMA 

Fenotipe merupakan ciri-ciri lahiriah organisme yang dihasilkan karena interaksi antara ciri-ciri keturunan dan lingkungan. 

Dengan mempelajari hubungan ketiga hal ini, antropolog dapat memahami lebih dalam tentang asal usul manusia, proses evolusi, dan variasi fisik manusia yang begitu beragam. 

 

3. Mengapa antropologi ragawi menjadi penting untuk dipelajari dalam kajian antropologi? 

Jawaban: Antropologi ragawi membantu kita memahami serta menganalisis ciri-ciri fisik manusia dari masa ke masa. Dengan mempelajari variasi fisik manusia, kita dapat menghargai keunikan setiap individu dan memahami sejarah evolusi kita. 

 

4. Berikan 1 contoh dari genotipe dan fenotipe dari lingkungan kalian! 

Jawaban: Contoh genotipe ialah gen yang mewarisi warna mata, bentuk wajah, dan sebagainya yang disebabkan susunan genetik. 

Contoh fenotipe ialah anak yang lahir dari orang tua dengan warna kulit terang, namun sering bermain di siang hari yang terik sehingga warna kulitnya menggelap.

 

5. Pengetahuan dan keterampilan apa saja yang kalian ingin dapatkan setelah belajar antropologi ragawi?

Jawaban: Dengan mempelajari antropologi ragawi, maka dapat memperluas wawasan tentang sejarah dan budaya manusia, menghargai keragaman manusia, memgembangkan kemampuan berpikir kritis, serta menganalisis fosil manusia untuk merekonstruksi kehidupan masa lalu.  

Baca juga: Pembahasan Soal Lembar Kerja Antropologi Kelas 11 SMA Bab 1 Halaman 9-25

B. Lembar Kerja 2.3 | Halaman 97

Lembar Kerja 2.3 Bab 2 Kelas 11 SMA
Lembar Kerja 2.3 Bab 2 Kelas 11 SMA

1. Setujukah kalian dengan konsep “ras”? Mengapa? 

Jawaban: Secara konsep ras dipahami hanya mengacu pada ciri khas fisik semata, sehingga menghasilkan persepsi yang rasis. Adapun dalam konteks antropologi, fokusnya ialah pemahaman keragaman manusia secara keseluruhan, tanpa mengategorikan manusia ke dalam kelompok-kelompok yang kaku berdasarkan ciri-ciri fisik. Maka sebagian ilmuwan saat ini lebih memilih menggunkan istilah seperti kelompok etnis atau populasi. (Jawaban dapat ditambahkan sesuai kreativitas/pendapat siswa)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved