75 Bangunan di Bong Suwung Segera Rata dengan Tanah

Dari 75 bangunan yang sebelumnya berdiri di area tersebut, saat ini hampir semuanya telah sepakat untuk dibongkar

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
Suasana Stasiun Tugu Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Proses sterilisasi emplasemen Stasiun Yogyakarta terus berjalan lancar. 

Dari 75 bangunan yang sebelumnya berdiri di area tersebut, saat ini hampir semuanya telah sepakat untuk dibongkar. 

Salah satu bangunan yang menjadi sorotan adalah gedung pertemuan warga yang juga telah disepakati untuk dirobohkan.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta telah memberikan kompensasi sebesar 50 persen kepada seluruh pemilik bangunan. 

Baca juga: Bong Suwung Disterilisasi, PT KAI Bakal Kembangkan Stasiun Yogyakarta

Sisanya akan dibayarkan secara penuh setelah pemilik bangunan membongkar bangunannya secara mandiri dan menyerahkan berita acara. 

"Sampai saat ini, dari 74 bangunan yang terlibat, semuanya telah menerima 50 persen dari uang penggantian. Kami telah menetapkan batas waktu untuk pembongkaran paling lambat tanggal 2 Oktober mendatang," terang Manager Humas Daerah Operasional 6 Yogyakarta, Krisbiyantoro.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa perhitungan kompensasi lebih difokuskan pada jumlah bangunan, bukan jumlah Kartu Keluarga (KK). Hal ini karena dalam satu bangunan seringkali terdapat beberapa KK. 

Selain itu, banyak bangunan yang bersifat semi permanen, sehingga tidak bisa dianggap sebagai rumah permanen. 

"Dengan kesanggupan warga, kami yakin nantinya hanya akan tersisa sedikit bangunan yang belum dibongkar," ujarnya. 

Adapun besaran kompensasi yang diberikan bervariasi, tergantung pada ukuran dan jenis bangunan. Rata-rata, satu bangunan mendapatkan kompensasi sekitar Rp2 juta. 

Namun, ada juga yang mendapatkan kompensasi lebih besar, meski tidak melebihi Rp25 juta. Total biaya penggantian untuk seluruh bangunan hampir mencapai Rp400 juta.

Sterilisasi emplasemen ini merupakan bagian dari upaya PT KAI untuk menata kembali area stasiun dan mendukung rencana pengembangan Stasiun Yogyakarta di masa depan.

Rencana jangka panjang ini melibatkan kerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta.

"Setelah sterilisasi selesai, kami akan melakukan normalisasi emplasemen Stasiun Yogyakarta. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna kereta api," pungkasnya. (HAN)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved