TPNPB-OPM Bantah Pernyataan Kapolri, Sebut Pembebasan Kapten Philip Murni Kebijakannya
Pernyataan Kapolri itu langsung dibantah oleh Sebby. Menurutnya, pembebasan Kapten Philip adalah kebijakan dari TPNPB
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo soal pembebasan pilot Susi Air Philip Mark Merthens merupakan keberhasilan dari tim Operasi Paro dan Damai Cartenz yang melakukan pendekatan dialog dan soft approach dibantah tegas oleh Jubir TPNPB-OPM, Sebby Sambom.
Kapolri sebelumnya menyebut pendekatan yang dilakukan melalui tokoh agama, gereja dan keluarga Egianus Kogoya berhasil membebaskan Kapten Philips yang sudah disandera selama 19 bulan oleh KKB Papua.
Kapolri pun mengucapkan selamat kepada seluruh anggota TNI Polri yang tergabung dalam Operasi Paro dan Damai Cartenz tersebut.
"Selamat kepada seluruh anggota TNI-Polri yang tergabung dalam Operasi Paro dan Damai Cartenz, yang berhasil menyelamatkan pilot Philip dengan selamat," kata Kapolri dikutip dari Kompas.com.
Dia mengeklaim, pendekatan yang mengedepankan dialog ini terbukti efektif.
Bukan hanya nyawa Philip yang diselamatkan, melainkan juga terhindarnya korban di pihak aparat dan masyarakat sipil.
Namun pernyataan Kapolri itu langsung dibantah oleh Sebby.
Menurutnya, pembebasan Kapten Philip adalah kebijakan dari TPNPB
"Philip Mehrtens bukan dibebaskan militer dan polisi Indonesia, namun dia dibebaskan oleh TPNPB sendiri dengan hormat dan bermartabat sesuai standar internasional," ujar Sebby dalam pesan singkat, Senin (23/9/2024), melansir dari Kompas.com.
Baca juga: Lima Syarat yang Diajukan TPNPB-OPM untuk Pembebasan Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens
Menurut Sebby, upaya TNI Polri selama 19 bulan terakhir untuk membebaskan Kapten Philip tak membuahkan hasil.
TPNPB kemudian secara resmi mengeluarkan proposal untuk pembebasan Kapten Philip.
Proposal itu kemudian dijalankan oleh TPNPB dan pembebasan Kapten Philip berjalan sesuai dengan rencana.
"TPNPB secara organisasi telah mengumumkan bahwa demi kemanusiaan siap bebaskan pilot Susi Air asal Selandia Baru dan dalam hal ini TPNPB benar-benar bertanggung jawab dan menunjukkan kepada masyarakat internasional bahwa pejuang bangsa Papua bermartabat demi hak politik kemerdekaan penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua yang tidak boleh diabaikan oleh PBB," katanya.
Dalam kesempatan itu Sebby juga menyampaikan mengapa proses pembebasan WN Selandia Baru itu baru bisa dilaksanakan setelah 19 bulan disandera.
Menurut dia, pembebasan tersebut ditunda karena kesalahan Pemerintah Selandia Baru yang memercayakan pembebasan kepada militer dan polisi Indonesia.
"Indonesia sampaikan kepada Pemerintah NZ bahwa militer dan polisi Indonesia mampu dan akan bebaskan pilot Philip Mehrtens melalui operasi militer. Namun faktanya, militer dan polisi Indonesia tidak mampu bebaskan pilot Philip Mehrtens," tandasnya.
Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto menyebut, tak ada imbalan yang diberikan pemerintah Indonesia ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam upaya pembebasan Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens.
Hadi memastikan, pembebasan dilakukan dengan pendekatan persuasif.
“Tidak ada, tidak ada yang mereka minta. Kita hanya pendekatan secara persuasif,” kata Hadi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (21/9/2024), melansir dari Kompas.com.
Hadi menyebut, Kapten Philip dibebaskan setelah melalui proses negosiasi yang sangat panjang dengan soft approach atau pendekatan lunak.
Hal ini demi memastikan keselamatan sang pilot.
Proses negosiasi pembebasan Kapten Philip melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga tokoh gereja.
“Pembebasan ini juga hasil dari kesabaran pemerintah RI untuk tidak melakukan tindakan represif.
Karena, keselamatan pilot adalah prioritas utama pemerintah RI,” ujar Hadi.
Hadi menerangkan, Philip dijemput oleh Tim Satgas Operasi Damai Cartenz dari TNI Polri di Kampung Yuguru, Distrik Maebarok, Kabupaten Nduga.
Selanjutnya, pilot asal Selandia Baru itu diterbangkan ke Timika untuk menjalani cek kesehatan.
Setelah dipastikan sehat, Philip diterbangkan dari Timika menuju Jakarta menggunakan pesawat terbang milik TNI.
Hadi mewakili pemerintah RI pun telah menyerahkan Philip ke pemerintah Selandia Baru yang diwakili oleh Duta Besar Selandia Baru di Jakarta.
“Tentunya proses pembebasan ini adalah hasil kerja keras kita bersama dan kita patut bersyukur bahwa pilot Kapten Phillip sudah kita serahkan kepada Duta Besar Selandia Baru dan seluruh tanggung jawab sudah berada di Bapak Dubes Selandia Baru,” tuturnya.
Diketahui, Philip Mark Mehrtens sebelumnya disandera oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya selama 19 bulan sejak 7 Februari 2023.
Philip disandera setelah pesawatnya mendarat di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. (*)
Perintah Presiden Prabowo ke Kapolri dan Jaksa Agung, Usut Tuntas Kasus Beras Oplosan |
![]() |
---|
KKB Papua Bakar Rumah Dinas Bupati Puncak, Dipicu Tuduhan Ini |
![]() |
---|
Hasil Operasi Pekat 2025, Polisi Amankan 13 Ribu Pelaku Aksi Premanisme, 3.382 Ditetapkan Tersangka |
![]() |
---|
Di Tengah Isu Pergantian Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Hari Ini Dampingi Presiden Prabowo di Kalbar |
![]() |
---|
Komjen Pol Agung Setya Imam Effendi Dimutasi Kapolri, Bakal Ditugaskan di Luar Polri |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.