Rangkuman Pengetahuan Umum

Seni yang Berkembang di Baghdad: Rangkuman Materi Pendidikan Agama Islam Kelas 8 SMP

Materi ini dilansir dari buku siswa Pendidikan Agama Islam Kelas 8 SMP karya Tatik Pudjiani dan Bagus Mustakim.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Buku Siswa PAI Kelas 8 SMP
Seni Kaligrafi mulai muncul dan berkembang pada masa keemasan Daulah Abbasiyah 

Seni Kaligrafi mulai berkembang sejak abad ke-2 dan ke-3 Hijriyah. 

Seni kaligrafi murni berkembang dari tradisi Islam, yakni bersumber dari ayat-ayat al-Quran. 

Sejak kemunculan seni kaligrafi pun menyebabkan pamor seni patung dan lukis menurun. 

Melalui seni kaligrafi, umat Islam mencari saluran bagi sifat jiwa seninya. 

Para seniman muslim meyakini bahwa mereka tidak boleh mengekspresikan jiwa seninya melalui representasi benda-benda yang bernyawa. 

Karenanya seni kaligrafipun berkembang sangat pesat. 

Kaligrafi memegang posisi martabat dan kehormatan di mata para penguasa. 

Para penguasa meyakini bahwa dengan seni kaligrafi itu mereka akan mendapatkan pahala agama dengan menyalin al-Quran. 

Seni Musik

Seni Musik juga berkembang pada masa Daulah Abbasiyah.

Khalifah Harun Ar-Rasyid selain menggaji para penerjemah juga menggaji para musisi untuk bermain musik di istananya. 

Philip K. Hitti mencatat bahwa Khalifah Harun Ar-Rasyid pernah menyelenggarakan suatu festival di Baghdad yang dimeriahkan oleh dua ribu penyanyi. 

Khalifah al-Amin yang pernah menyelenggarakan festival yang sama. 

Khalifah al-Makmun pun dikabarkan suka mendengarkan musik di istana. 

Alat musik yang sering digunakan adalah kecapi dan biola. 

Sementara lagu dinyanyikan oleh seorang penyanyi perempuan di balik tirai. 

Nah, penjelasan di atas merupakan penjabaran terkait dengan beberapat seni yang masih berkembang di baghdad. 

(MG Syefia Syalsya)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved