Rangkuman Pengetahuan Umum
Seni yang Berkembang di Baghdad: Rangkuman Materi Pendidikan Agama Islam Kelas 8 SMP
Materi ini dilansir dari buku siswa Pendidikan Agama Islam Kelas 8 SMP karya Tatik Pudjiani dan Bagus Mustakim.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM- Kali ini kita akan membahas materi Pendidikan Agama Islam Kelas 8 SMP tentang Seni yang terkembang di Baghdad Kurikulum Merdeka.
Materi ini dilansir dari buku siswa Pendidikan Agama Islam Kelas 8 SMP karya Tatik Pudjiani dan Bagus Mustakim.
Sebagai kota metropolitas tempat berkumpulnya masyarakat internasional, banyak seni yang berkembang di Baghdad.
Sayangnya, tidak banyak artefak seni yang dapat ditemukan.
Sebagian besar rusak karena perang saudara antara al-Amin dengan al-Makmun.
Sebagian lainnya dihancurkan oleh tentara Mongol yang menyerbu dan menguasai Baghdad pada tahun 1258 M.
Karya Seni yang Berkembang di Baghdad
Berikut ini adalah beberapa bidang seni yang berkembang di Baghdad dan berhasil diabadikan dalam catatan-catatan tertulis oleh para sejarawan.
Seni Aristektur
Peninggalan seni arsitektur banyak ditemukan dari cerita kemegahan kota Baghdad.
Desain kota Baghdad sebagai kota bundar itu senidir menunjukkan bahwa kota ini dirancang dengan desain yang rapi dan terencana.
Beberapa bangunana istana di dalam dan di luar kota Baghdad menunjukkan kota yang memang dibangun dengan sentuhan seni arsitektur yang sangat indah.
Seni Patung dan Lukis
Seni patung dan lukis juga berkembang di masa keemasan Bani Abbasiyah.
Beberapa di antaranya terlihat dari patung penunggang kuda di atas kubah istana Khalifah al-Mansur.
Khalifah al-Aminjuga memiliki perahu kesenangan di sungai Tigris dengan bentuk seperti singa, elang dan lumba-lumba.
Dinding istana Khalifah al-Muktasim juga dikabarkan penuh dengan lukisan yang indah.
Demikian pula ketika al -Mutawakkil menjadi Khalifah yang mengembangkan seni mural di dinding istana.
Seni patung dan lukis banyak dipengaruhi oleh kultur dan budaya Kristen.
Seniman-seniman yang terlibat dalam proyek seni patung dan lukisan pun kebanyakan beragama Kristen.
Karena seniman islam meyakini bahwa mereka tidak diperbolehkan membuat gambar dari makhluk yang bernyawa.
Meskipun demikian, para penguasa tetap mengekspresikan seni patung dan lukis.
Seni Industri
Seni Industri yang berkembang pada masa itu di antaranya permadani dan keramik.
Permadani Baghdad terkenal sangat indah, bahkan sampai sekarang.
Salah satu produk yang disukai pada saat itu adalah permadani dengan gambar pemandangan berburu dan taman.
Industri permadani ini menunjukkan berkembangnya industri terkait, seperti kain tenun, pewarna, dan tekstil.
Demikian pula dengan industri keramik, termasuk piring, cangkir, vas, guci, dan lampu hias yang banyak digunakan di rumah-rumah maupun masjid.
Seni permadani dan keramik banyak dipengaruhi oleh budaya Persia.
Seni Kaligrafi
Seni Kaligrafi mulai berkembang sejak abad ke-2 dan ke-3 Hijriyah.
Seni kaligrafi murni berkembang dari tradisi Islam, yakni bersumber dari ayat-ayat al-Quran.
Sejak kemunculan seni kaligrafi pun menyebabkan pamor seni patung dan lukis menurun.
Melalui seni kaligrafi, umat Islam mencari saluran bagi sifat jiwa seninya.
Para seniman muslim meyakini bahwa mereka tidak boleh mengekspresikan jiwa seninya melalui representasi benda-benda yang bernyawa.
Karenanya seni kaligrafipun berkembang sangat pesat.
Kaligrafi memegang posisi martabat dan kehormatan di mata para penguasa.
Para penguasa meyakini bahwa dengan seni kaligrafi itu mereka akan mendapatkan pahala agama dengan menyalin al-Quran.
Seni Musik
Seni Musik juga berkembang pada masa Daulah Abbasiyah.
Khalifah Harun Ar-Rasyid selain menggaji para penerjemah juga menggaji para musisi untuk bermain musik di istananya.
Philip K. Hitti mencatat bahwa Khalifah Harun Ar-Rasyid pernah menyelenggarakan suatu festival di Baghdad yang dimeriahkan oleh dua ribu penyanyi.
Khalifah al-Amin yang pernah menyelenggarakan festival yang sama.
Khalifah al-Makmun pun dikabarkan suka mendengarkan musik di istana.
Alat musik yang sering digunakan adalah kecapi dan biola.
Sementara lagu dinyanyikan oleh seorang penyanyi perempuan di balik tirai.
Nah, penjelasan di atas merupakan penjabaran terkait dengan beberapat seni yang masih berkembang di baghdad.
(MG Syefia Syalsya)
| Penjelasan Lengkap Perbedaan Matcha dan Green Tea : Asal, Cara Penyajian, dan Manfaat Kesehatan |
|
|---|
| Contoh Kata Hubung Tanpa Tanda Koma, Materi Bahasa Indonesia Kelas 4 Kurikulum Merdeka |
|
|---|
| 4 Teori Masuknya Islam ke Indonesia: Gujarat, Persia, Cina, dan Arab |
|
|---|
| 10 CONTOH Idiom Bahasa Inggris yang Sering Digunakan dalam Percakapan |
|
|---|
| Profil Bupati Sleman dari Tahun ke Tahun, Periode 1945-2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Seni-Kaligrafi-yang-Masih-Berkembang.jpg)