Hingga Agustus 2024, Tercatat 5,7 Juta Wisatawan Kunjungi Sleman

Hingga akhir Agustus 2024, kunjungan wisatawa di Sleman telah mencapai 5,7 juta orang atau setara 76,69 persen dari target.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
istimewa
Wisatawan berkunjung di destinasi wisata Candi Prambanan 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman optimis target kunjungan wisatawan tahun ini, yang ditetapkan 7,5 juta, bakal tercapai.

Pasalnya, hingga akhir Agustus 2024, kunjungan wisatawa di Sleman telah mencapai 5,7 juta orang atau setara 76,69 persen dari target.

Sisa 1,8 juta kunjungan bakal dioptimalkan di empat bulan ke depan, terutama di momen libur natal dan tahun baru.  

Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto, mengatakan total pergerakan wisatawan, baik wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara, hingga 31 Agustus 2024 sebesar 5.752.044 orang.

Jumlah tersebut setara 76,69 persen dari target pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman tahun 2024.

Pergerakan wisatawan didominasi wisatawan Nusantara yang mencapai 97,64 persen. 

"Di mana wisatawan dari provinsi di Pulau Jawa mendominasi sebesar 85,65 persen. Wisatawan asal Jawa Tengah menjadi yang terbesar. Diikuti dari DIY, Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Banten," kata Kus Endarto, Senin (16/9/2024). 

Adapun wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sleman, sejauh ini masih didominasi asal Benua Asia.

Khususnya dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, China, India dan Jepang.

Baca juga: Momen Libur Maulid Nabi Dongkrak Kunjungan Wisata di Sleman Sebanyak 30 Persen 

Kendati demikian, kunjungan wisman dari Eropa juga mulai meningkat.

Misalnya pada kunjungan bulan Agustus, ada peningkatan pergerakan 7,5 persen dibanding bulan sebelumnya dari wisatawan asal Belanda, Belgia, Perancis dan Italia. 

Tingginya kunjungan wisatawan juga berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata yang diraup Pemerintah Kabupaten Sleman.

Hingga Agustus 2024, pajak hotel telah mencapai Rp143 miliar, pajak restoran Rp157 miliar dan pajak hiburan Rp17 miliar.

Sedangkan pajak retribusi di kisaran angka Rp3,2 miliar. 

Terkait destinasi favorit, wisatawan nusantara paling banyak mengunjungi destinasi wisata budaya seperti candi dan museum, utamanya candi-candi di bawah pengelolaan PT TWC, seperti Candi Prambanan maupun Ratu Boko, dengan prosentase sebesar 54,76 persen. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved