Bidang SDA Sleman Rampung Rehab dan Bangun Turap di Dua Mata Air 

Pekerjaan rehab maupun pembangunan turap tahun ini berada di dua lokasi, yaitu di mata air Jongke, Sendangadi dan mata air Tuk Umbul, Seyegan.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
istimewa
Pemandian Mata Air Blue Lagoon, Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Wilayah Sleman yang berada di utara kota Yogyakarta, teridentifikasi memiliki ratusan mata air.

Selain sumber kehidupan manusia, keberadaan mata air juga penting sebagai suplai air alami penunjang pertanian maupun peternakan, sehingga kelestariannya perlu dijaga.

Upaya menjaga itu, Bidang Sumber Daya Air (SDA), Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman di tahun ini menganggarkan rehab maupun pembangunan turap di dua mata air di Bumi Sembada. 

 "Fungsi turap untuk melindungi air yang keluar dari mata air, bangunan pengumpulnya. Turap seperti kolam dan ada juga yang dibuatkan saluran sanitasinya," kata Kepala Bidang SDA DPUPKP Sleman, Ari Triyono ST, M.Si, Senin (16/9/2024). 

Pekerjaan rehab maupun pembangunan turap tahun ini berada di dua lokasi, yaitu di mata air Jongke, Sendangadi dan mata air Tuk Umbul, Seyegan.

Pekerjaan serupa juga telah dilakukan dan akan dilakukan terhadap ratusan mata air lainnya yang dikelola pemerintah Kabupaten Sleman.

Baca juga: Pembangunan Berkelanjutan Kampung Iklim Sangurejo Sleman Dapat Pujian dari PBB

Tahun 2023 lalu, 2 perbaikan mata air dikerjakan dan 3 mata air di tahun 2022. Saat ini, dari total 373 mata air yang terdeteksi di Bumi Sembada, sebanyak 197 dalam kondisi baik, 144 sedang dan sisanya, 32 rusak atau membutuhkan perbaikan.

Sebab itu, upaya konservasi air perlu terus dilakukan. 

Ketua Tim Kerja Rehabilitasi dan Pengendalian SDA, DPUPKP Sleman, Arif Haryanto mengatakan, rehabilitasi dan pembangunan turap pelindung di dua titik mata air sudah terealisasi di bulan September ini.

Di mata air Seyegan bahkan dibangun berikut sanitasinya sebagai saluran penampung dari limpahan mata air.

Menurut dia, kegiatan rehab mata air sangat penting.

Selain merawat kelestarian juga mampu menjadi penunjang destinasi wisata alternatif di wilayah setempat. 

"Harapan kami tidak mangkrak, sehingga tidak sia-sia. Kami perbaiki, kemudian silakan dikelola, supaya mendatangkan hasil bagi masyarakat setempat," ujar dia.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved