Pemerintah Diminta Segera Terapkan Cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan
MBDK tengah menjamur di masyarakat, mulai dari produk olahan kopi, teh, susu olahan, dan minuman berkarbonasi.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
Perwakilan Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), dr Gisella Tellys, juga menyampaikan bahwa pemberlakuan cukai MBDK dapat mengurangi angka penderita diabetes.
Ia menerangkan bahwa cukai MBDK adalah instrumen kebijakan fiskal.
Menurutnya, dengan menaikan harga dari produk MBDK, tingkat konsumsi MBDK di masyarakat dapat menurun.
Sedangkan Tulus Abadi, Perwakilan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), minta pemerintah tidak perlu ambigu untuk menerapkan ini karena justru pemerintah juga akan mendapatkan pendapatan negara.
“Penerapan cukai ini tidak akan mematikan industri,” paparnya.
Menurut Tulus, pemerintah sebaiknya belajar dari penerapan Cukai Hasil Tembakau (CHT), dimana hasil dari cukai bisa dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk program-program yang bertujuan untuk pengendalian konsumsi dan peningkatan kesehatan.
"Dana ini sering digunakan untuk mendanai kampanye kesehatan," pungkasnya. (hda)
| Pakar Kebijakan Publik UGM Kritisi Kampus Kelola MBG: Tidak Pantas |
|
|---|
| Mulai Dibuka Hari Ini, Pesta Buku Jogja 2026 Digelar di GIK UGM |
|
|---|
| Respons UGM terhadap Petisi Orang Tua Korban Little Aresha |
|
|---|
| Buntut Kekecewaan terhadap Sikap UGM, Orang Tua Korban Little Aresha Daycare Layangkan Petisi |
|
|---|
| Ekonom UGM Rimawan Pradiptyo Sebut ART USA-Indonesia Bentuk Penjajahan Gaya Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pemerintah-Diminta-Segera-Terapkan-Cukai-Minuman-Berpemanis-Dalam-Kemasan.jpg)