Berita Gunungkidul Hari Ini

Seorang Pelajar SMP di Gunungkidul Putus Sekolah Diduga Korban Perundungan

Pemicu diberhentikannya anak tersebut disebabkan perundungan yang dilakukan oleh kepala sekolah tidak benar.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Nanda Sagita
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul Nunuk Setyowati saat diwawancarai wartawan, pada Rabu (4/9/2024). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Seorang Pelajar kelas III SMP di Kabupaten Gunungkidul berinisial ANN (16) putus sekolah diduga karena mendapatkan perlakuan perundungan dari kepala sekolahnya.

ANN bercerita peristiwa itu terjadi beberapa bulan lalu ketika dirinya melaksanakan ujian Try Out untuk kelulusan SMP yang diselenggarakan pihak sekolah.

Saat itu, ANN yang telah menyelesaikan ujian tersebut berniat pulang ke rumah karena sudah diperbolehkan oleh pihak guru.

"Di situ langsung mau pulang, tetapi diberhentikan sama  kepala sekolah itu ditanyai mau ke mana, saya sampaikan mau pulang karena sudah selesai ujian Try Out, namun mungkin karena intonasi saya  agak keras itu langsung ditampar sama kepala sekolah di bagian pipi," ujarnya saat ditemui wartawan pada Rabu (4/9/2024).

Atas kejadian itu, ANN mengaku trauma dan tidak mau kembali lagi ke bersekolah.

Sampai akhirnya dirinya pun diberhentikan dari sekolah tersebut.

"Beberapa guru sempat membujuk untuk masuk lagi, tetapi saya takut,"ujarnya.

Saat ditanya apakah masih berkeinginan untuk melanjutkan pendidikannya lagi, ANN menjawab dirinya masih ingin bersekolah kembali.

"Masih mau sekolah, tetapi kalau bisa memilih tidak mau ke sekolah itu lagi, kalau bisa pindah,"ujarnya.

Sementara itu, orang tua korban yakni Y mengatakan, seusai kejadian itu dirinya sempat didatangi oleh pihak sekolah diminta untuk menandatangani surat pengunduran diri dari sekolah tersebut.

"Saya menolak karena masih berharap anak saya tetap bisa bersekolah apalagi sebentar lagi akan lulus,"terangnya.

Adapun,  pengakuan dari Kepala Sekolah yakni EI  membantah dirinya telah melakukan penamparan terhadap siswanya tersebut.

Dia justru menuding ada oknum dari pihak luar sekolah yang menyebarkan berita bohong berkaitan dengan kondisi di sekolah tersebut. 

"Saya tidak pernah menampar, sama sekali tidak ada itu,"ujarnya. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved