Di tengah-tengahnya, ada yang bersifat moderat, yaitu: representasi yang moderat dan beragam, serta intensitas partisipasi yang moderat,” jelas Nico Carpentier.
Sementara itu keynote speaker kedua, Masduki, menyampaikan analisisnya terkait fenomena hibriditas media dan demokrasi dalam konteks Indonesia.
“Hibriditas tidak hanya dilihat dari perspektif teknologi tapi juga pada pergeseran regulasi dan ekosistem media, terutama dipengaruhi oleh iklim politik pasca era otoritarian di Indonesia,” jelas Duta Besar IAMCR Indonesia dan pendiri PR2Media ini.
Selain presentasi para pemakalah dengan berbagai topik riset, rangkaian konferensi juga disemarakkan dengan penyelenggaran beberapa workshop seperti: penulisan artikel untuk jurnal internasional, urban walking and sensory methods, photobook and design thinking, serta komunikasi lingkungan. ( Tribunjogja.com )
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.