Berita DI Yogyakarta Hari Ini

BBPOM Yogyakarta Tarik Peredaran Ratusan Pcs Roti Okko di Bantul, Ini Penyebabnya

Penarikan produk itu dilakukan BBPOM Yogyakarta bersama BPOM RI dari distributor Roti Okko yang terletak di Kabupaten Bantul

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Miftahul Huda
Kepala BBPOM Yogyakarta Bagus Heri Purnomo saat diwawancara awak media, Jumat (2/8/2024) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan ( BBPOM ) Yogyakarta mewakili Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melakukan penarikan ratusan pcs roti merk Okko.

Penarikan produk itu dilakukan BBPOM Yogyakarta bersama BPOM RI dari distributor Roti Okko yang terletak di Kabupaten Bantul .

Kepala BBPOM Yogyakarta Bagus Heri Purnomo, mengatakan Roti Okka mengandung senyawa kimia natrium dehidroasetat.

Senyawa ini digunakan untuk mengawetkan makanan atau kosmetik karena sifatnya yang antibakteri dapat menghambat perkembangan bakteri, ragi, dan jamur. 

Namun, penggunaannya tetap harus diwaspadai dan tidak boleh melebihi batas.

"Roti Okko karena memang mengandung natrium dehidroasetat, di Indonesia belum direkomendasikan penggunaannya. Sehingga sesuai klarifikasi BPOM kemarin ada surat perintah penarikan produk untuk industrinya," katanya, kepada awak media, Jumat (2/8/2024).

Dengan demikian, BBPOM Yogyakarta selaku UPT dari BPOM RI saat ini sudah melakukan penarikan produk tersebut.

"Sudah kami lakukan (penarikan) kami UPT turut mengawal terkait proses penarikan tersebut," terang Bagus.

Berdasarkan laporan tim pengawas BBPOM Yogyakarta yang ia terima sampai 29 Juli 2024, setidaknya BBPOM Yogyakarta telah melakukan pengawasan ke 9 ritel dan distributor Roti Okko .

Hasilnya tidak ditemukan satu pun produk Roti Okko di 9 ritel yang ada di Yogyakarta .

"Namun di distributornya itu ada 720 pcs sama 17 pcs. Ini beda varian saja. Tetapi produk sudah disimpan terpisah dan kadaluwarsa, nanti sudah nunggu penarikan dari produsennya," ujar Bagus.

"Kalau sudah dilakukan penarikan oleh produsen, mereka akan melakukan pemberitahuan ke kami. Di sini yang kami temukan di Kabupaten Bantul . Itu artinya sudah aman produknya sudah terpisah," sambung Bagus.

Pihaknya akan terus melakukan monitoring pada distributor Roti Okko di Bantul untuk memastikan tidak ada peredaran Roti Okko di kawasan setempat. 

Mengutip dari berbagai sumber, penggunaan natrium dehidroasetat secara berlebihan dapat menyebabkan alergen dan dermatitis, memicu gagal jantung, gangguan ginjal dan kanker, serta risiko penyakit jangka panjang. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved