Malioboro Run 2024 Ajak Pelari Susuri Landmark Kota Yogyakarta

Mengusung tema 'Running Through the Heritage of Jogja', para pelari diajak menempuh rute melintasi beberapa landmark Kota Yogyakarta.

|
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/AZKA RAMADHAN
Pj Wali Kota Yogyakarta, Sugeng Purwanto, bersama jajaran BPD DIY saat menghadiri sesi jumpa pers terkait Malioboro Run 2024, Rabu (31/7/2024) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Agenda sport toursim bertajuk BPD DIY Malioboro Run 2024 bakal berlangsung pada 10 Oktober 2024 mendatang.

Mengusung tema 'Running Through the Heritage of Jogja', para pelari diajak menempuh rute melintasi beberapa landmark Kota Yogyakarta.

Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad, mengatakan, terdapat 5 kategori jarak tempuh yang dihadirkannya dalam gelaran tersebut.

Meliputi, half marathon open, half marathon master, 10K open, 10K master, serta 5K open, dengan rute yang berbeda satu sama lain.

"Ada tambahan kelompok master, sehingga umur 40 tahun ke atas boleh ikut maraton ini dan tentu ada hadiahnya tersendiri," tandasnya, Rabu (31/7/2024).

Adapun beberapa landmark Kota Yogya yang bakal dilintasi antara lain, Plengkung Wijilan dan Gading, Pojok Beteng Wetan dan Wetan Lor, Situs Watu Gilang, Kawasan Makam Raja Kotagede, hingga Tugu Pal Putih.

Baca juga: Pemkot Yogya Lanjutkan Pemeliharaan Berkala Jalan Gedongkuning Sisi Selatan, Anggarkan Rp 9 Miliar

Sementara untuk jumlah peserta, pihaknya mematok target mampu menggaet 4.500 pelari dari berbagai daerah di tanah air.

"Target rute 5K sebanyak 2.350 peserta, 10K 1.700 peserta, kemudian Half Marathon (21K) 450 peserta. Kami ada peningkatan target, karena Malioboro Run 2023 diikuti 3.500 peserta," terangnya.

Sementara, Pj Wali Kota Yogyakarta, Sugeng Purwanto, berharap Malioboro Run 2024 bisa semakin mengenalkan khasanah budaya yang dimiliki Kota Yogya.

Khususnya kawasan Malioboro, yang berlokasi di Sumbu Filosofi, yang sudah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

"Selain itu, event ini juga memberikan dampak ekonomi, karena ada ribuan pelari yang datang ke Kota Yogya dan beberapa pasti bersama anggota keluarganya," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved